Berita

30 Ribu Orang Berebut Kesempatan Kerja ke Korea Selatan

Jakarta, Kanigoro.com – 30.109 calon TKI ke Korea akan mengikuti ujian tahap pertama di empat kota pada 1 dan 2 April 2017. Ujian itu mencakup penguasaan bahasa Korea dan jika lulus kelak akan dilanjutan tes tahap kedua tentang kecakapan dan kompetensi pada 24 Mei Tahun ini.

Menurut Siaran Pers BNP2TKI, tes calon TKI ke Korea yang dikenal dengan nama Employment Permit System (EPS) pada tes pertama dan kedua ini dilakukan secara obyektif. Mereka yang berhasil melalui dua tahap tes tersebut dinyatakan lulus. Menjelang keberangkatan ke Korea, secara bergiliran bakal diikutsertakan lagi dalam pre-eliminary education (pembekalan akhir pemberangkatan) selama satu minggu tentang budaya, lingkungan, bahasa dan lainnya

Sejumlah 14.978 peserta akan mengikuti ujian di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, kemudian 7.451 di Universitas Dr.Soetomo Surabaya, di Ikopin Bandung sebanyak 5.752 calon TKI dan 1.928 lainnya mengikuti tes di Universitas Esa Unggul, Jakarta.

Peminat untuk bekerja di Korea sangat tinggi. Jumlah pendaftar melalui sistem on line BNP2TKI pada 2017 mencapai 31.803 orang, tetapi yang lolos verifikasi dokumen pendaftaran berjumlah 30.115 orang. Hal ini disebabkan tidak terpenuhinya syarat umur, identitas tidak jelas, tidak hadir saat verifikasi di BP3TKI atau LP3TKI dan lain-lain.

Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan telah memiliki perjanjian antar pemerintah (G to G) hingga TKI terjamin dan terlindungi. Besaran gaji pun, misalnya sama dengan yang diterima penduduk local.

Bila pada 2004 TKI yang berangkat ke sana berjumlah 360, maka pada 2016 melonjak menjadi 5.662 orang. Dengan demikian total penempatan TKI mulai 2004 hingga 2016 mencapai 68.164 orang.

Peningkatan penempatan TKI dari tahun ke tahun tersebut telah mempengaruhi jumlah remitansi ke Tanah Air. Pada tahun 2016, remitansi yang tercatat pada sistem perbankan mencapai Rp 2.681 triliun. Jumlahnya akan lebih besar bila turut dihitung dana yang dikirim melalui teman atau saudara serta yang tidak melalui sistem perbankan.

Tahun ini, pemerintah Korea memberikan kuota sebanyak 5.200 orang untuk sektor manufaktur saja. Diharapkan kelak ada pengembangan penempatan TKI hingga sektor lain seperti sektor jasa yaitu hospitality dan tenaga kesehatan (perawat dan careworker). (th)

Selanjutnya

Artikel Terkait

google.com, pub-7568899835703347, DIRECT, f08c47fec0942fa0