Berita

Parmusi Dorong Partai Islam Goalkan RUU Anti LGBT

Kanigoro.com – LGBT dan Miras kembali menjadi perbincangan publik. Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) mendesak DPR menggoalkan RUU Anti LGBT dan Anti Miras. Desakan tersebut disalurkan melalui partai Islam dan partai berbasis Islam seperti PPP, PKS, PAN, dan PKB untuk bersatu memperjuangkan lolosnya RUU Anti LGBT dan Anti Miras yang kini dibahas di DPR RI.

Masalah LGBT dan Miras kembali mencuat setelah Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa terdapat lima fraksi DPR RI yang menyetujui perilaku LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) berkembang di Indonesia. Namun Zulkifli tidak menyebutkan nama-nama partai politik yang fraksinya mendukung LGBT.

Selain masalah LGBT, Ketua MPR Zul Hasan juga mengungkapkan perkembangan pembahasan RUU Miras di DPR. Ketua Umum PAN itu mengatakan, saat ini sudah ada delapan fraksi di DPR yang menyetujui minuman keras dijual bebas di warung-warung.

Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam meminta meminta keempat partai berasas Islam dan berbasis massa Islam untuk teguh berjuang melawan fraksi-fraksi dari partai-partai besar secara sungguh-sungguh.

Menurut Usamah, pada tahun 2016 Parmusi sudah mengajukan naskah akademik dan draft RUU Anti LGBT melalui FPP DPR RI. Naskah akademik dan RUU tersebut disusun setelah tim Parmusi melakukan sejumlah seminar dan dialog dengan berbagai komponen umat, yang sangat prihatin terhadap terjadinya proses demoralisasi bangsa melalui praktik LGBT.

“Saya mendapat info, RUU sudah dimasukkan dalam Baleg DPR RI akhir 2016, dan poin-poinnya kini tengah dibahas dalam Rancangan KUHP,” ujar Usamah seperti dikutip Muslim Obsession, Ahad (21/1).

Usamah yang pernah menjadi anggota DPR dari PPP ini mendesak pimpinan FPP DPR untuk terus memperjuangkan secara teguh dengan menolak semua praktik LGBT dan juga peredaran miras di warung-warung maupun minimarket.

“Saatnya PPP bangkit menunjukkan jati dirinya sebagai partai berasas Islam. Meskipun hanya memiliki 39 anggota DPR RI, FPP harus berani bersikap tegas sekalipun menghadapi koalisi fraksi partai-partai besar. Bila fraksi-fraksi besar tetap memaksakan dengan cara voting, anggota FPP harus walkout. Ini persoalan akidah, tak boleh main-main,” tegas Usamah.

Ia berharap, RUU Anti LGBT yang telah disumbangkan Parmusi ke FPP terus diperjuangkan. “Karena itu aspirasi umat Islam Indonesia,” kata ungkapnya.

Oleh karenanya Usamah mengimbau MUI dan seluruh ormas Islam untuk bersikap, melayangkan penolakan ke DPR RI terhadap praktik LGBT dan peredaran miras.

“Bila aspirasi umat diabaikan, saya yakin umat Islam akan turun ke DPR RI. Jangan coblos parpol yang dukung LGBT dan peredaran miras,” tegasnya. (t)

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait