ArtikelFeatured

Surga, Neraka, Dajjal, dan Hoax

Oleh : Delianur  (Pengamat Komunikasi Politik) 

Agama mengajarkan tentang suatu tempat yang bernama surga dan neraka. Surga adalah tempat yang akan diberikan kepada orang yang selama hidupnya senantiasa berbuat baik dan beribadah. Sebaliknya, neraka adalah balasan bagi orang yang suka berbuat jahat dan melupakan tempatnya

Al-Qur’an menyebutkan surga dengan kata Jannah. Makna asal dari Jannah adalah kebun atau tempat banyak tanaman hijau bertumbuh. Dalam deskripsi tambahannya disebutkan bahwa Jannah itu “Tajrii min tahtihal anhar” atau dibawahnya mengalir air yang jernih. Adapun neraka, dalam bahasa Arab nya adalah “Nar” yang makna generik nya adalah Api. Sebagaimana diketahui, sifat Api itu adalah panas. Orang bila sudah terkena panas api, pasti badannya akan sakit atau tidak enak.

Pada satu sisi, banyak yang menafsirkan secara leterleks bahwa surga dan neraka itu adalah sebuah tempat sebagaimana yang digambarkan diatas. Surga adalah sebuah kebun yang dibawahnya mengalir air, dan sangat menyenangkan untuk ditinggali. Sementara neraka, adalah tempat api menyala-nyala untuk membakar dan menyiksa orang yang banyak berdosa.

Namun sebagian lain menafsirkan tidak seperti itu. Surga bukan lah kebun dan neraka bukanlah tempat Api. Keduanya hanya metaforik belaka untuk menggambarkan sebuah tempat yang sangat menyenangkan dan tempat yang sangat menyakitkan.

Sebagaimana diketahui, ditengah panas dan gersang nya Arab, air adalah sesuatu yang sangat langka dan berharga. Sementara syarat tumbuhnya tanaman hijau, adalah adanya air. Karenanya di Arab, kebun tempat berkumpulnya tanaman adalah sesuatu yang sangat susah ditemukan. Apalagi kebun yang dibawahnya mengalir air jernih. Bila pun ada kebun seperti itu, maka itu adalah tempat yang sangat menyenangkan untuk ditinggali. Tidak terbayang keindahan dan kenyamanan bila menemukan kebun yang dibawahnya mengalir air.

Begitu juga Api. Bila pada negara beriklim dingin Api adalah berkah, karena bisa untuk menghangatkan badan, tidak demikian dalam negeri beriklim panas. Api itu panas dan membakar. Bila kena kulit sedikit saja, kulit akan melepuh dan kesakitan.

Karena Surga dan Neraka digambarkan secara metaforik seperti itu, beberapa kalangan menganggap bahwa Al-Qur’an tidak sedang menggambarkan Surga dan Neraka sebagai sebuah tempat, tapi sebuah keadaan. Penyebutan Surga dengan Kebun dan melekatkan kata Neraka dengan Api, hanya untuk menggambarkan bahwa kalau kamu berbuat baik, maka kamu akan mendapatkan sesuatu ketenangan dan kesenangan yang tidak pernah bisa kamu bayangkan. Sebaliknya bila kamu berbuat jahat, maka kamu akan mendapat balasan kesakitan dan kesusahan, yang sakit dan susahnya tidak terperi dan sudah tidak bisa kamu bayangkan lagi.

Karena tafsir metaforik seperti inilah, banyak yang meyakini bahwa sesungguhnya balasan Surga dan Neraka pun akan kita dapatkan selagi hidup di dunia. Bukan di akhirat saja. Kalau orang berbuat baik, dia akan mendapatkan balasan ketenangan dan kebahagiaan bagi dirinya. Sebaliknya, kalau orang berbuat jahat, maka keadaannya akan susah. Hidup tidak akan tenang karena hati dan dirimu selalu dibakar Api.

Mungkin begitu juga Dajjal

Secara bahasa, Dajjal itu artinya pembohong atau pendusta. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa deskripsi Dajjal itu bermata satu dan suka menebar kebohongan dan fitnah. Dia datang sebagai indikator datangnya kiamat. Secara leterleks, bisa jadi deskripsi Dajjal seperti itulah yang akan datang nanti.

Namun secara metaforik, bisa jadi Dajjal diartikan lain. Bila Dajjal itu indikator datangnya kiamat, maka Dajjal adalah orang yang datang dengan satu cara pandang saja (Mata satu). Dia datang menebar hoax dan fitnah yang dipercaya orang. Persis seperti sekarang. Hidup kita kiamat karena banyak buzzer politik yang menyebar fitnah dan Hoax serta pandangan dari satu sisi saja. (Fn)

Tags
Selanjutnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: