ArtikelFeatured

Prof Yusril, Prabowo-Sandi Itu Kuat, Insya Allah Menang

Oleh: Helmi Al Djufri, S.Sy., M.Si  (Aktifis Hak Asasi Manusia)

Saya teringat Pilgub DKI 2017, di mana AHY-Sylvi masih berada di urutan kedua berdasar hasil survei beberapa lembaga survei. Namun mendekati pemilihan, ada seorang mantan terpidana yang mengangkat dan mempertanyakan lagi keadilan atas kasusnya tersebut di media sosial dengan menyudutkan SBY dan berita tersebut menjadi viral. Sehingga secara tidak langsung mengubah rasa simpati masyarakat terhadap AHY-Sylvi. Ini salah satu faktor kecil mengapa suara AHY-Sylvi menyusut drastis.

Rupanya, cara melemahkan lawan politik dalam kontestasi Pilpres 2019 diadopsi oleh Prof. Yusril (YIM) untuk mengubah simpati masyarakat terhadap Prabowo-Sandi dengan memunculkan isu chat YIM dengan Habib Rizieq Syihab (HRS). Allahuyahfadzuhu, tentunya menurut saya itu bukan gaya politik orisinil Pak YIM yang selalu menggunakan high quality strategy model  (mengedepankan argumen politik yang objektif, jernih, program yang rasional).

Dengan Pak YIM melempar isu screenshoot chat WA antara Pak YIM dengan HRS tentang keislaman Prabowo, justru menjatuhkan marwah Pak YIM sendiri. Karena biasanya strategi low politics (menyerang pribadi orang lain; keyakinannya, agamanya, keluarganya, sukunya, dan rasnya atau dalam arti lain Politik Identitas) itu digunakan ketika strategi high quality strategy model sudah tidak berfungsi untuk mendongkrak elektabilitas pasangan Capres yang didukungnya dan tidak mampu melemahkan lawannya, maka cara-cara low politics digunakan. Dan, itu menurut saya tidak sesuai dengan kepribadian Pak YIM yang saya kenal. Namun, sampai saat ini saya masih akan terus menghormati Pak YIM dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Selanjutnya, secara substansi chat WA dan HRS (apabila itu benar), menurut saya pernyataan HRS itu sangat wajar. Jangankan sekelas HRS yang menilai keislaman Prabowo lemah. Saya sendiri saja yang sekolah di pesantren enam tahun dan kuliah sarjana di perguruan tinggi Islam masih terus merasa sangat lemah dalam hal keislaman.

Pak YIM, chatingan WA Bapak dengan HRS itu kan bersifat privat. Privat itu dilandasi karena adanya rasa saling percaya satu sama lain, lalu kenapa disebarluasin dan dijadikan senjata politik untuk melawan? Kalau Pak YIM begitu, lama-lama masyarakat tidak ada yang mau berkomunikasi dengan Pak YIM, karena khawatir percakapannya disebarluasin. Pak YIM sebetulnya sudah membuat masyarakat tidak percaya dengan Pak YIM karena mudah membocorkan percakapan yang bersifat privat untuk kepentingan politik temporer.

Pa YIM, apa sih masalahnya dengan HRS? Apakah hanya karena hasil ijtima’ ulama tidak merekomendasikan Bapak sebagai capres kemudian marah, dendam? Sehingga Bapak menyerang HRS dan Prabowo sekaligus untuk memenangkan Jokowi?

Tidak usah marah dan menyerang begitu lah
Pak YIM, Prabowo-Sandi itu kuat. Insya Allah menang (Fn).

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up