Artikel

PRABOWO MENYAPA PUING

Oleh: Zeng Wei Jian

Rabu, 19 Juli 2017, sekitar 17 kader 08 mengadakan bakti-sosial kecil-kecilan di Kampung Aquarium Pasar Ikan.

Mereka mengadakan pengobatan gratis dan dongeng keliling untuk anak-anak kecil. Kegiatan ini bagian dari Agenda “PRABOWO MENYAPA”.

Sudah 15 bulan (1 tahun 3 bulan) mereka digusur Ahok. Sedikit warga bertahan di puing. Menolak relokasi di Rusun Marunda dan Rawa Bebek.

Semakin lama, semakin banyak warga yang kembali ke “puing”. Menurut Aristotle, tujuan hidup manusia mencari “Chief Good” yaitu Eudaimonia (happiness).

Jelas, mereka ngga bahagia hidup di “Rusun Ahok”. That’s why mereka kembali. Mereka memilih hidup di puing daripada di rusun yang katanya mewah dan “manusiawi”. Ada lift, dikasih perabotan, bus gratis, klinik, taman bermain dan sebagainya. Seperti di Singapura kata beberapa orang hoaxer.

Hari ini, mereka disambangi Kader 08. Semoga mereka senang. Letnan Jenderal Prabowo Subianto berpesan kepada kadernya dan kader Partai Gerindra agar dekat dengan rakyat kecil. Mereka yang ditindas penguasa. The oppressed people (populo oppresso).

Ada Dokter Boyke Ambo Setiawan, Bu Mitta Uteq, Bunda Maya Amhar, Mbak Diah Digdoyo, Endah, Puteri Nefertiti, Romi Savitri, Mulyadi (Tim Anies-Sandi dari Priok) dan lain sebagainya.

Mereka bawa obat-obatan, vitamin, buku-buku bacaan, roti dan sebagainya. Ibu-ibu puing menyiapkan makan. Nasi, ikan bawal, daun pepaya rebus, udang, semur jengkol. Para relawan dan warga makan bersama dalam suasana kekeluargaan. Tanpa sekat. Brotherhood. Gelak tawa. Sesuatu yang sulit dirasakan oleh Ahok, Djarot, atau Mas Joko.

THE END

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up