ArtikelFeatured

Perlukah Merasa Paling Pancasilais?

Oleh : Muhammad Rizki Kurniawan (PENS Surabaya)

Setahun belakangan ini, kita sering diramaikan dengan klaim beberapa tokoh maupun golongan yang menyebut bahwa dirinya paling Pancasilais atau paling paham dengan ideologi Pancasila. Namun apakah merasa lebih baik dalam hal pemahaman ideologi tersebut sudah mencerminkan sikap sesuai dengan Pancasila?

Pada kegiatan Pilpres 2019, kedua kubu saling mengklaim bahwa pasangan calon yang diusungnya merupakan yang paling Pancasilais. Seperti pada kegiatan debat calon presiden, kedua kubu saling klaim bahwa konsep-konsep yang ditawarkan merupakan yang paling bagus dalam hal penerapan konsep Pancasila.

Calon presiden Joko Widodo misalkan, mengatakan bahwa konsep ideologi sebaiknya diterapkan mulai usia dini atau PAUD. Selain itu, kebijakan untuk menetapkan hari lahir Pancasila sebagai hari libur nasional, dan pembentukan Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP PIP) merupakan bentuk pemahaman Jokowi tentang ideologi Pancasila.

Sedangkan dari capres Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsep Pancasila lebih baik diterapkan pada tingkatan Sekolah Dasar (SD) karena logika anak usia SD dapat lebih memahami nilai nilai Pancasila. Kemudian selain diterapkan di pendidikan formal, nilai Pancasila secara bersamaan juga diterapkan di lingkungan keluarga.

Sebelum adu konsep pada kegiatan pilpres, sebenarnya sejak dulu sudah banyak orang yang mengklaim bahwa dirinya yang paling Pancasilais. Bahkan menjadikan Pancasila sebagai batasan antara satu dengan yang lain. Ada golongan yang menganggap dirinya yang paling pancasilais, dan golongan yang lain dianggap anti-pancasila, radikal dan intoleran.

Dari beberapa kasus tersebut, Pancasila seakan-akan dijadikan alat untuk membuat diri sendiri merasa unggul, bahkan untuk menyerang orang-orang yang berseberangan pandangan atau pilihan politik dengan dirinya. Apakah perbuatan seperti ini yang mencerminkan nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila?

Pancasilais, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti

“Penganut ideologi Pancasila yang baik dan setia. Artinya seseorang yang mengaku dirinya pancasilais haruslah memiliki sikap yang mencerminkan perilaku baik dan setia sesuai nilai yang terdapat dalam Pancasila.

Ideologi Pancasila dan Urgensinya sebagai Ideologi Negara Indonesia

Sebelumnya, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai ideologi dan bagaimana urgensi Pancasila digunakan sebagai ideologi negara Indonesia. Ideologi merupakan seperangkat sistem yang diyakini setiap warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pembentukan ideologi melibatkan berbagai sumber seperti kebudayaan, agama, dan pemikiran para tokoh. Fungsi ideologi yaitu sebagai struktur kognitif sebagai landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia, orientasi dasar yang memberikan makna dan tujuan, sebagai norma yang menjadi pedoman untuk melangkah, dan bekal untuk menemukan identitas.

Dalam perkembangannya, Pancasila yang digunakan sebagai ideologi negara Indonesia menghadapi berbagai bentuk tantangan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah globalisasi. Globalisasi menyebabkan terbukanya masyarakat suatu bangsa dan bangsa yang lain, termasuk ideologi maupun budaya dari luar yang dapat memengaruhi ideologi Pancasila.

Contohnya ideologi Marxisme atau komunisme yang mengandung unsur ateisme, bertentangan dengan sila pertama. kemudian unsur individualisme dalam ideologi liberalism yang tidak sesuai dengan sila kelima, dan kapitalisme yang tidak sesuai dengan prinsip ekonomi kerakyatan.

Selain dari ideologi-ideologi besar dunia, Pancasila sebagai ideologi juga menghadapi tantangan dari sikap dan perilaku kehidupan yang menyimpang dari norma-norma. Tantangan tersebut diantaranya adalah terorisme dan narkoba. Kedua hal tersebut dapat menggangu keberlangsungan hidup bangsa dan mengancam persatuan bangsa.

Dari beberapa faktor diatas, maka perlu kesadaran seluruh masyarakat Indonesia untuk memahami bagaimana urgensi Pancasila sebagai ideologi negara.

Peran ideologi tidak hanya sebagai aspek legal formal, namun juga hadir dalam kehidupan nyata masyarakat itu sendiri.

Muhammad Rizki Kurniawan (PENS Surabaya)

Peran Pancasila sebagai ideologi tersebut yaitu sebagai penuntun warga negara, artinya setiap perilaku warga negara harus berdasarkan preskripsi moral, atau norma-norma penuntun yang lebih jelas. Kemudian juga sebagai penolakan terhadap nilai-nilai yang tidak sesuai dengan sila-sila Pancasila.

Pancasila dan Pancasilais

Lalu apakah hubungan antara penerapan ideologi Pancasila dan orang-orang yang bersikap Pancasilais?

Fungsi ideologi seperti yang telah dijelaskan tadi, diantaranya sebagai pedoman untuk melangkah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta sebagai pelindung dari “serangan” berbagai hal yang bersifat memecah belah bangsa. Sehingga ideologi digunakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sikap Pancasilais, oleh beberapa orang digunakan sebagai “senjata” untuk mengunggulkan dirinya sendiri, dan menganggap selain dirinya kurang Pancasilais bahkan anti Pancasila. Hal ini tentunya menjadi sebuah kecenderungan yang mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan terjadinya perpecahan di masyarakat.

Pancasila yang seharusnya menjadi alat untuk mempersatukan bangsa, malah menjadi alat klaim pribadi untuk menyatakan bahwa dirinyalah yang lebih baik. Pancasila yang seharusnya menjadi pelindung dari segala bentuk perpecahan dan tantangan globalisasi, malah menjadi alat perpecahan, yang mirisnya dilakukan oleh warga Indonesia sendiri.

Jika ingin menjadi pribadi yang Pancasilais, seharusnya kita menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan, bukan memecah belah. Boleh-boleh saja kita merasa diri kita Pancasilais, tetapi tak seharusnya kita menjatuhkan orang lain karena menurut kita mereka tidak lebih baik dari kita dalam hal pemahaman Pancasila.

Sikap Pancasilais seharusnya dimiliki oleh seluruh warga negara Indonesia, bukan golongan-golongan tertentu saja.

Apabila kita merasa orang lain kurang Pancasilais daripada kita, disinilah peran kita untuk mengedukasi bagaimana cara menjadi warga negara sesuai prinsip-prinsip yang terdapat dalam Pancasila.

Muhammad Rizki Kurniawan (PENS Surabaya)

Pemerintah juga harus terlibat dan memberi contoh pada warganya. Bagaimana menjadi masyarakat yang pancasilais. Peran pemerintah dalam mengedukasi warganya dalam pemahaman Pancasila juga harus dilakukan, terlepas mulai dilakukan sejak usia berapa. Serta tidak menjadikan Pancasila sebagai alat untuk menjatuhkan lawan politik. (Fn)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up