ArtikelFeatured

Pemanfaatan Media Konvergensi dalam Dakwah Para Dai di Masa Covid-19


Oleh: Seni Soniansih (Mahasiswa Magister Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Sejak masuknya Virus Covid-19 ke negara Indonesia pertama kali diumumkan oleh Presiden Jokowi Widodo pada 02 Maret 2020 telah membuat kepanikan masyarakat di Indonesia Khususnya wilayah Ibukota Jakarta dan sekitarnya, angka kematiaan di Indonesia semenjak 2 Maret lalu hingga 21 Mei 2020 semakin meningkat. Dilansir dari akun Instagram Info_covid19.id Update data kasus Covid–19 di Indonesia, pada Kamis 21 Mei 2020 pukul 16.00, dengan jumlah 20.162 Positif Covid–19, 1.278 meninggal dunia, 4.838 sembuh. ODP 50.187, PDP 11.066, Jumlah kasus yang diperiksa : 160.374 Orang (positif rate 13%).

Pada masa Covid-19 menjadi satu sorotan tanggungjawab pemerintah dalam menanggulangi wabah ini agar tidak terus meluas dan memakan korban maka pemerintah terus melakukan Imbauan untuk berdiam dirumah, Menjaga Kesehatan dan imunitas, menjaga jarak, meminimalisir kerumunan, terus dilakukan. Hingga, melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pertama dilakukan oleh wilayah Ibukota Jakarta lalu diikuti oleh daerah-daerah yang rawan terdampak wabah Covid-19, maka dengan maraknya kasus pada pandemi Covid-19 ini pemberlakuan PSBB semakin meluas dan terus di perpanjang.

Dampak dari Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) terjadinya Peliburan sekolah, tidak diperkenankannya acara-acara yang berkerumun, perkantoran di off sebagian, bahkan ditempat-tempat yang dinyatakan sebagai zona merah peribadahan seperti sholat Jumat ditiadakan sementara, apalagi melakukan dakwah secara langsung dan terbuka yang mampu mengundang ribuan manusia berkumpul disuatu lokasi sangat tidak dianjurkan. Maka, Berbagai perubahan kehidupan pun mulai terasa di tengah pandemi Covid-19 ini, khususnya perubahan sosial, ekonomi yang juga berdampak pada perubahan–perubahan dakwah yang harusnya dilakukan oleh para dai dalam melakukan dakwahnya kedaerah-daerah yang sudah terjadwal menjadi tertunda dan belum ada kepastiaan kapan akan bisa normal kembali.

Berbagai cara dan teknik yang digunakan agar dakwah tetap tersampaikan adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada mendorong pola dakwah dengan konvergensi media. Konvergensi media adalah era berkembangnya industri pers, diantaranya dengan menggunakan media konvensional seperti melalui televisi, surat kabar, menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, ataupun Youtube. Namun, dengan perkembangan teknologi para dai bisa memanfaatkan media baru melalui media sosial sebagai cara berdakwah tentang ajaran-ajaran Islam, dan mampu berdampak besar dalam mendorong pesan dakwah secra luas dan efektif. Melalui media sosial bisa meningkatkan ke efektifan Para dai dalam penyampaikan pesan dakwah seperti melalui Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, dan media sosial lainnya. Meskipun penggunaan media sosial harus terhubung dengan jaringan internet, namun penggunaan media sosial dirasakan manfaatnya karena lebih mudah, hemat dan lebih efektif.

Konsep pemanfaatan media konvergensi dalam dakwah para dai di masa Covid-19 menjadi pembaruan komunikasi dakwah merupakan kegiatan berdakwah kontemporer bahwa dakwah dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi manusia, dan sebaliknya dakwah dapat menjadi sumber etika moral bagi komunikasi, baik sebagai ilmu pengetahuan, maupun sebagai aktivitas sosial (Anwar Arifin).

Dalam hal ini, dakwah memanfaatkan internet dengan aplikasi yang dilahirkan sebagai salah satu metode yang digunakan untuk menyebarkan pesan dakwah. Macam-macam akun dakwah yang dibuat oleh individu ataupun kelompok tertentu untuk menyampaikan beberapa pengetahuan yang mengandung unsur Islami dan berlandaskan agama Islam, diantaranya adalah gerakan Hijrah yang di pelopori oleh Hanan Attaki di Instagram, bertebarannya video-video dakwah Abdul Somad (UAS) pada kanal Youtube, kajian–kajian dakwah Adi Hidayah (UAH), Ceramah-ceramah KH Syamsul Yakin pada media-media online lainnya, dan juga para dai lainnya yang sama sama memanfaatkan media sosialnya sebagai berdakwah.

Pada era konvergensi media yang bisa dimanfaatkan oleh para dai pada masa Covid-19 ini merupakan fenomena Pembaharuan dakwah teknologi komunikasi menjadi upaya penghidupan kembali pokok-pokok agama Islam sebagai upaya mengembalikan umat Islam yang tegak di atas al Quran dan sunnah Rasullah saw sesuai dengan pokok ajaran melalui hal yang bersifat kecermelangan, keindahan Islam dan menghidupkan sunnah dan syiar-syiarnya, baik berupa ucapan atau perbuatan dan mengembalikannya kepada kebenaran yang diajarkan al Quran dan Sunnah.

Sasaran dakwah pada masa ini adalah mengupayakan tetap berjalannya dakwah agar pesan-pesan kebaikan sebagai seorang muslim dengan bentuk konsistensi pada sebuah dakwah tersampaikan secara terus menerus walau melalui foto, tulisan dan video. Kegiatan dakwah dengan Konvergensi media mampu dimanfaatkan oleh para dai diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap perubahan perilaku atau sikap penerima pesan Umat Manusia dimuka bumi ini.

Selanjutnya

Artikel Terkait

Check Also

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: