Artikel

PBB Harus Dukung Prabowo! Ini Alasannya

Oleh: Ikhsan Kurnia (Caleg PBB untuk DPRD Provinsi Jawa Barat)

Dalam acara Refleksi Politik Nasional Akhir Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh pengurus DPP PBB pada tanggal 31 Desember 2018, sebagai salah satu narasumber saya menyampaikan beberapa pandangan terkait dengan sikap politik PBB dalam mendukung salah satu Capres-Cawapres.

Menurut saya, Undang-Undang  No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengandung semangat untuk memperkuat sistem presidensial, namun di sisi lain menyederhanakan sistem multi partai.

Duverger law mengatakan bahwa ada hubungan antara sistem kepemiluan dengan sistem kepartaian. Pemilu serentak dengan formula satu putaran, membuat hubungan pileg dan pilpres sangat kuat dan tingkat multipartai rendah. Dalam hal ini, sebenarnya pemilu di Indonesia menggunakan formula majority run off (MRO), tapi karena hanya ada 2 paslon sehingga secara esensi sejatinya sama seperti formula plurality.

Karena hubungan antara pileg-pilpres yang sangat kuat itulah, wajar jika survei ETOS Institut baru-baru ini mengatakan bahwa pilihan partai ditentukan oleh 33% dukungan capres.

Itu artinya, tema besar Pemilu 2019 itu adalah pilpres, bukan pileg. Karena itu, PBB mau tidak mau harus memilih posisi salah satu, antara mendukung 01 atau 02.

Saya secara pribadi berpendapat dan menyarankan agar PBB mendukung paslon nomor 02 karena itu merupakan hasil ijtihad kolektif dan konsensus umat. Menurut saya, sebagai partai Islam ideologis yang berbasis umat PBB harus linear dengan collective consciousness umat Islam.

Lagi pula coattail effect jika PBB mendukung Jokowi cuma 4%. Tidak signifikan.

Selain itu, saya berpandangan bahwa pilihan posisi netral atau kanan kiri oke bukankah strategi yang tepat. Hal itu akan sangat membingungkan. Bukan hanya bagi konstituen, namun juga bagi caleg.

Kalau bicara branding, sebuah brand itu harus punya positioning yang clear dan tegas, tidak ambigu.

Untuk itu, menurut saya pilihan terbaik di antara pilihan yang ada, adalah mendukung paslon nomor 02, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Apalagi saat ini ada trend perubahan arah angin. Paslon PAS potensial menang. Pemilih loyal Jokowi hanya sekitar 30%an. Dan selisihnya dengan pemilih loyal Prabowo sangat tipis.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait