ArtikelFeatured

Konsultan Politik dan Gagalnya Membentuk Integritas Kandidat

Oleh Dr. Slamet Muliono  (Dosen Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya)

Belakangan ini, media sosial disibukkan dengan perdebatan terhadap isu “Propaganda Rusia.” Hal ini berawal dari Jokowi yang ingin mengarahkan isu ini pada Prabowo-Sandi. Terlebih lagi, isu propaganda ini dikaitkan adanya konsultan politik. Tudingan itu tidak lain sebagai salah strategi untuk menaikkan elektabilitas dirinya dan menyerang lawan politiknya.

Tentu saja hal ini memantik kubu Prabowo dan berbalik menyerang bahwa Jokowilah yang menggunakan jasa konsultan Politik. Peran Stadley B. Greenberg sebagai konsultan politik dihadirkan sebagai bukti untuk menguatkan opininya. Terlepas menggunakan jasa konsultan politik atau tidak, namun peran konsultan politik memang sangat signifikan. Namun dalam kenyataan empirik, kemampuan konsultan politik itu hanya sebatas menaikkan elektabilitas dan memenangkan pertarungan saja. Konsultan politik tidak mampu membentuk integritas moral sang kandidat untuk bisa mewujudkan janji-janji politiknya ketika sudah berkuasa.

Capres Prabowo bertemu pendukungnya
Capres Prabowo Subianto bertemu para pendukungnya (foto Ist)

Propaganda dan Keterbatasan Konsultan Asing
Ramainya perdebatan tentang konsultan asing berawal dari adanya “Propaganda Rusia” yang disampaikan presiden Jokowi. Jokowi menuding Prabowo-Sandi menggunakan konsultan asing dengan mengaitkan propaganda model Rusia, yakni dengan mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan berita hoaks. Tentu saja apa yang disampaikan Jokowi ini mengundang reaksi negatif kubu Prabowo-Sandi. Terlebih lagi, sehari kemudian, pihak Rusia melalui Kedutaan Besarnya menyatakan tidak tahu menahu soal pernyataan yang disampaikan Jokowi tentang propaganda Rusia itu.

Bola bergulir, kubu Prabowo berbalik menyerang bahwa kubu Jokowilah yang menggunakan konsultan politik. Nama Stanley Bernard Greenberg kemudian dicuatkan dan dianggap telah menopang kemenangan Jokowi pada pencalonan sebelumnya ketika Pilpres 2014, dan digunakan hingga saat ini. Menurut kubu Prabowo-Sandi, berkat tangan dingin Stadley ini, Jokowi yang awalnya tidak memiliki prestasi apa-apa, bisa dicitrakan seolah memiliki segudang prestasi. Kepemimpinan yang merakyat diblow up sedemikian untuk meraih simpati rakyat. Atas pencitraan itulah rakyat terkesima dan membuat Jokowi terpilih menjadi presiden saat Pilpres 2014. Karena keberhasilan konsultan politik handal itu, maka Jokowi menggunakan kembali konsultan itu untuk menjadikannya sebagai presiden untuk kedua kalinya. Sekali lagi, hal ini dibantah lagi oleh pihak Jokowi dan menganggapnya hoaks.

Penggunaan konsultan asing memang tidak bisa dipungkiri mampu mendongkrak suara dan memenangkan sang kandidat. Konsultan politik memang dibutuhkan untuk memberikan analisis, cara dan langkah untuk memenangkan pertarungan. Hal itu memang menjadi tugas konsultan politik.

Namun konsultan politik tidak mampu membentuk integritas sang kandidat. Betapa Jokowi saat kampanye dieluh-elukan sebagai pemimpin yang merakyat dan mampu menciptakan kemandirian dan membuka lapangan yang luas. Bahkan dalam kampanyenya, Jokowi berjanji tidak akan melakukan impor barang yang menjadi kebutuhan dasar rakyat. Semua itu disampaikan saat kampanye, sehingga rakyat terbuai dan kagum terhadap pidato politiknya. Media massapun meliput seluruh janji-janji politik itu guna meyakinkan publik. Namun ketika Jokowi berkuasa, semua janji-janji itu seolah-olah terbang dan ingin dijual lagi untuk menduduki kursi presiden yang kedua kalinya. Tanpa merasa berdosa apalagi malu, Jokowi justru berjualan lagi dengan menunjukkan prestasi-prestai selama satu periode kepemimpinannya.

Namun semua itu sebatas retorika dan pencitraan sebagaimana yang dilakukan di kampanye periode sebelumnya. Disini menunjukkan bahwa konsultan politik hanya sebatas mengantarkan sang kandidat untuk menang, namun gagal dalam membentuk integritas sang kandidat dalam mendorong untuk memenuhi janji-janji politiknya ketika berkuasa.

Surabaya, 10 Pebruari 2019

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up