ArtikelFeatured

KOMPAS Menuju PAS (Prabowo-Sandi)?

Oleh Emsoli Hat
Pemerhati agama dan politik
Center for Information and Development Studies (CIDES)

Sudah lama koran Kompas ditinggalkan jutaan pembaca umat Islam. Sejak ada Gerakan 212. Sejak Ahok kalah ! Sejak media mainstrem ini ikut-ikutan terbawa arus meninggalkan asas keadilan dan keberimbangan dalam pemberitaan (cover both side). Dengan kata lain, pemberitaan Kompas seperti umumnya media lain, seperti corong pemerintah atau “seperti condong ke Jokowi”, dan minim pemberitaan Prabowo dengan berbagai gerakan di belakangnya.

Tiba-tiba Kompas bikin berita gempar. Litbangnya merilis hasil survei bahwa “Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf turun, sedangkan Prabowo-Sandi Naik”. Berita ini tentu saja menjungkirbalikkan semua surveyor yang selama ini selalu memberi angin segar dan meninabobokan Jokowi.

Berita ini bikin gemetar dan down kubu Jokowi, tetapi tentu bikin senang sumringah sujud syukur kubu Prabowo.

Pertanyaannya, ada apa dengan Kompas? Apa Kompas sudah sadar atas dosa-dosanya? Apa Kompas sedang memberi angin segar kepada kubu Prabowo, terutama kalangan muslim 212, dengan tujuan agar kembali menjadi pembacanya. Ataukah Kompas sedang melakukan bargaining kepada Jokowi untuk meraih projek pemberitaan yang dirasa kurang selama ini? Wallahu a’lam.

Kita masih belum bisa menganalisis lebih jauh, apalagi menyimpulkannya. Mari kita tunggu gebrakan Kompas berikutnya. Jika Kompas bisa kembali ke khittohnya sebagai media besar yang mengemban tugas menyuarakan demokrasi yang berkeadilan, kritis, obyektif, tanpa memihak, tentu Kompas akan kembali diminati jutaan umat yang selama ini meninggalkannya.

Meskipun sejarah awalnya Kompas dibangun oleh kelompok misionaris (Kompas: Komando Pastur), tapi umat Islam sudah lama menjadi pembaca setianya. Kompas selama ini (sebelum era Jokowi, maaf) dipercaya sebagai media berkualitas dan sangat menjaga prinsip kejujuran dan keberimbangan dalam pemberitaan.

Bagi umat Islam, informasi itu ilmu, dan ilmu itu bisa didapatkan dari mana pun (walau kana fis_sin). Karena itu, sejalan dengan waktu, Kompas tidak lagi dipandang sebagai media dari nonmuslim, tapi media nasional yang dipercaya umat Islam.

Jika Kompas sudah kembali ke jatidirinya sebagai media milik semua, maka keprcayaan umat Islam pun akan kembali pulih. Nah, gebrakan hasil survei Litbang Kompas ini merupakan awal pulihnya kepercayaan umat. Karena itu, umat Islam sangat meyakini bahwa hasil survei itu benar, (elektabilitas Jokowi turun, Prabowo naik). Hasil survei Kompas ini sejalan dengan hasil survei internal yang dilakukan oleh tim Prabowo-Sandi. Dengan demikian, Kompas benar-benar PAS !

#INAelectionObserverSOS

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker