ArtikelFeatured

Kader Tangguh, Pembangun Peradaban Islam

Dimana dan akan kemana Medan Perjuangan kita Selanjutnya

Oleh: Dr. Trias Setiawati, SE, MM. (Mantan Ketua Korwil PII Wati Yogbes dan Dosen FE UII, Yogyakarta)

Alhamdulillah, peringatan Hari Lahir (Harlah) Korps PII Wati ke 55 (31 Juli 1964-31 Juli 2019) pada Jum’at, (2/8) pukul 19.30 di Gedung LPMP Yogyakarta telah berjalan dengan lancar dan meriah.

PII Wati lahir dari urgensi proteksi keberadaan PII yang dianggap dalam bahaya. Adanya kemungkinan PII akan dibubarkan menjadi pertimbangan untuk didirikannya Korps PII Wati

Bersyukur kepada Allah SWT bagi yang mendapatkan kesempatan menjadi anggota, pengurus maupun pimpinan PII maupun PII Wati.

Tugas manusia di dunia menurut Al-Qur’an Surat Adz-Dzariyaat (51:56) adalah:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Beramal saleh salehah adalah perbuatan yang baik.”

Sementara itu dalam QS An-Nahl ( 97):

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

Peluang dan kesempatan yang diambil oleh anggota dan pimpinan ketika aktif di PII atau PII Wati sangat beragam pengalaman:
a) Pengalaman berstruktur dari Pengurus Komisariat-Pengurus Daerah-Pengurus Wilayah- Pengurus Besar;
b) Pengalaman Pelatihan: Pekan perkenalan anggota, basic training, mental training, perkampungan kerja Pelajar, Pelatihan Brigade, pelatihan keputrian, advance training, dan lain-lain;
c) Pengalaman Dunia instruktur: dari coaching instruktur hingga mengisi advance training;
d) Pengalaman menghadapi lingkungan eksternal seperti situasi social, politik, keamanan, kondisi nasional dan internasional, dll

Nilai-nilai yang berhasil diserap dan diinternalisais menjadi sikap hidup selanjutanya menjadi mata rantai perjuangan umat Islam Indonesia dan dunia seperti, Tandang ke gelanggang walau seorang; Kader PII adalah sepotong kayu yang hanyut dan terus akan berada di pusaran air perjuangan umat Islam Indonesia; Nilai Catur Bakti PII: sukses studi-sukses organisasi-sukses pribadi dan seterusnya.

Merupakan sebuah pilihan hidup perjuangan hidup bagi keluarga besar PII khususnya PII Wati dalam mengembangkan dirinya setelah menjadi seorang keluarga besar. Terus istiqomah mengembangkan jaringan dan kerjasama dengan sesama keluarga besar atau komunitas mata rantai perjuangan umat Islam Indonesia lainnya. Apakah secara individual terus membangun ketangguhan dan secara kolektif berjejaring terus juga membangun peradaban Islam Khususnya dan peradaban dunia pada umumnya. Dari hal tersebut mungkin akan terpetakan medan juang masing-masing yang akan bervariasi kuadran nya: satu-dua-tiga-empat.

Kesempatan kali ini adalah media kita meninjau kuadran keberadaan kita sebagai aktifis atau sebagai keluarga Besar. (Fn)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up