Artikel

Jangan Rampok Uang Rakyat, Jangan Jadi Rakyat yang Mau Merampok

Oleh: Yuniati Zainul Khasanah

Caleg DPRD Kabupaten Kebumen Dapil 1, dari Partai Amanat Nasional (PAN) Nomor 7

 

Di saat mulai hari tenang besok Ahad (14/4), menjelang pelaksanaan pemungutan suara, baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg), saatnya semua kita merenungkan esensi penyelenggaraan pemilu.

Penyelenggaraan Pemilu 2019 dibiayai APBN Tahun Anggaran 2019 dengan dana sebesar Rp 24,7 triliyun. Suatu jumlah yang tidak kecil tentunya. Dana sebesar itu akan memberi manfaat yang besar juga bila berhasil mendorong terjadinya perubahan yang besar. Bukan soal perubahan siapa yang menduduki kursi eksekutif dan legislatif, melainkan perubahan dalam menjalankan kekuasaan eksekutif dan kekuasaan legislatif.

Sampai masa kampanye, kita masih saja mendengar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) baik terhadap pejabat eksekutif maupun legislatif. Hal ini mendorong KPK memberikan seruan kepada masyarakat yang punya hak pilih, untuk memilih orang yang jujur. Tentu kejujuran yang dimaksud di sini bukan hanya jujur mengakui telah menerima aliran dana, ketika terkait suatu kasus yang tengah disidik KPK, melainkan jujur untuk tidak mau menerima sesuatu yang bukan haknya.

Memang kejujuran saat sudah mulai disidik KPK atau lembaga penegak hukum lainnya, diperlukan agar proses penyidikan perkara juga lancar. Namun kejujuran itu lebih memberi makna dan bisa membawa perubahan yang fundamental saat kita berani menolak sesuatu yang bukan hak kita. Jika belum mampu menolak, setidaknya kita jangan sampai meminta sesuatu yang bukan hak kita.

Pemegang kekuasaan eksekutif maupun legislatif sama-sama sudah mendapatkan penghasilan dalam melaksanakan tugasnya. Tidak sepatutnya kemudian masih berupaya mencari keuntungan dari setiap program, kegiatan dan anggaran yang dikelolanya. Terlebih sampai merencanakan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu, hanya agar bisa mendapatkan keuntungan besar dari kucuran dana anggaran pemerintah. Jangan sampai terus terjadi, pejabat eksekutif dan legislatif bukannya mengelola anggaran yang hakekatnya merupakan uang rakyat, malahan menggarong uang rakyat.

Namun upaya itu juga mesti ada timbal baliknya dari rakyat sebagai pemegang kedaulatan dalam setiap pemilihan. Jangan sampai rakyat selaku pemilih mau menjual suaranya dengan sejumlah nominal rupiah, seberapa pun besarnya.

Jika selama pelaksanaan pemilu, belum bisa dihilangkan upaya untuk melakukan jual beli suara rakyat, dalam berbagai bentuknya, teramat sulit untuk mengharapkan pelaksanaan pemilu bisa memberikan perubahan fundamental dalam pengelolaan kekuasaan. Dalam setiap jual beli tentu tidak ada yang menghendaki rugi, sebaliknya maunya mendapatkan untung sebesar mungkin.

Jadi kalau di tengah masyarakat masih saja ada yang mengklaim mempunyai sejumlah suara yang bisa diberikan kepada siapa saja yang mau memberi imbalan, jangan berharap pemilu bisa menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik. Malah bisa jadi akan memperburuk. Demikian juga kalau masyarakat masih menggunakan prinsip “ola uwit ola oblos” (tidak ada uang tidak akan memilih), maka yang terpilih juga mustahil orang yang bisa diharapkan membawa perubahan ke arah kebaikan.

Karena itu, sungguh tepat kiranya, bila sebelumnya tiada henti kita menyeru, “Jangan rampok uang rakyat!” maka saat menjelang pelaksanaan pemilu ini, kita juga serukan, “Jangan jadi rakyat yang mau merampok!”

Andai mereka yang berusaha menjadi wakil rakyat yang baik malah “dirampok” oleh rakyat yang hendak memilihnya, bagaimana mungkin kita berharap, kalau terpilih mereka tidak akan balas “merampok” uang rakyat. Boleh saja beralibi, wakil rakyat yang terpilih tanpa membeli suara juga bukan jaminan untuk tidak korupsi. Namun kalau alibi itu dipakai, dengan cara apalagi kita mesti memulai perubahan menjadi lebih baik?

Mari kita berusaha untuk saling mendahului memulai kebaikan. Agar keadaan yang baik tak hanya menjadi angan-angan, tapi benar-benar diwujudkan. Semoga.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up