ArtikelFeatured

Ini Bukan Pilpres Biasa: Ketika Manusia Purba dan Manusia Masa Depan Ikut Pilpres

Oleh : M. Nigara (Wartawan Senior/ Mantan Wasekjen PWI)

Pilpres dan Pemilu 2019, ternyata bukan pilpres dan pemilu biasa. Bukan hanya berbeda dari pilpres-pilpres dan pemilu-pemilu sebelumnya di tanah air, tapi juga berbeda di seluruh dunia. Ini akan menjadi pilpres dan pemilu terhebat sepanjang sejarah umat manusia.

Bukan soal jumlahnya, India menjadi yang terbesar karena yang berhak memilih sekitar 800 jutaan. Di Indonesia hanya 192 jutaan. Bukan juga luasan daerahnya, India jauh lebih luas.

Lho, apanya dong yang membuat pilpres kita menjadi yang terhebat? Jangan kaget ya. Saran saja, bagi yang punya penyakit jantung, siapkan obat. Buat yang paranoid, siapkan kunci kamar agar jika marah, lalu ngamuk, tidak merugikan orang.

Agus Ma’sum putra almarum Kiayi Ma’sum Bondowoso, memaparkan temuan yang mencengangkan di ruang Komisi II, DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3). Selain itu, dalam acara Diskusi Menuju Pemilu Adil dan Berintegritas, Membongkar Carut-Marut DPT Pemilu 2019 itu. Ada para pembicara lain yaitu Prof. Amien Rais, Fadli Zon, Chusnul Mariah, Prof. Karim Suryadi, dan Rocky Gerung.

Purba dan Masa Datang

Begini kata Agus yang menampilkan temuannya dengan data dan ditampilkan di layar. Ya, penting dengan data, maklum selalu saja ada pihak yang merasa paling memiliki data, meski berulang-ulang mereka tabrak sendiri datanya, lalu bingung dan teriak-teriak seperti orang jalanan.

Ruang Komisi II, dijejali orang yang ingin tahu apakah kehebatan itu. “Ada orang yang ikut pemilu dan pilpres 2019 ini bertanggal lahir: 00, bulan 00, tahun 00,” katanya yang langsung disambut dengan sorakan pengunjung untuk menunjukkan kekecewaan terhadap DPT itu.

“Orang itu sudah langsung punya hak memilih karena telah memiliki NIK, padahal bumi jangan-jangan baru diciptakan!” lanjutnya yang lagi-lagi disambut sorakan kekecewaan.

Selain itu, ada juga sederet orang yang lahir di tanggal 01, bulan 07, tahun 1 Masehi. “Ini luar biasa.” Ada pula yang lahir sezaman Nabi Isa ‘alaihi wassalam.

Lho, kok? Ternyata bukan hanya manusia purba yang bisa karena terdaftar di DPT 2019, ada lagi yang lebih seru. “Orang masa depan yang lahir di tahun 3000an dan 9000an, tercatat juga bisa ikut pemilu dan pilpres. Jumlahnya ribuan dan mereka datang ke masa lalu (2019) dengan menggunakan mesin waktu,” katanya lagi.

Masih ada lagi, orang yang lahir 1 Juli jumlahnya mencapai 9,8 juta. Yang lahir 1 Januari jumlahnya 2,3 juta, dan 31 Desember berjumlah 5,4 juta. Ada juga usianya belum genap 17 tahun, serta ada pula yang satu Kartu Keluarga berisi 200 orang.
Belum lagi ada di beberapa daerah dalam TPS yang sama, dihuni oleh orang yang tanggal dan tahun lahirnya sama dan jumlahnya ratusan.

Bombastis?

Bukan, ini bukan hoax, bukan isapan jempol dan bukan pula slogan bombastis. Ini semua faktual, semua sudah pula dilaporkan ke KPU. Dan, KPU berjanji akan menindaklanjuti serta memperbaikinya. Namun hingga Selasa (26/3), belum ada apa pun kabar perbaikan itu.

Jadi, jika hal yang parah ini tidak segera diperbaiki, maka patut dapat diduga pemilu dan Pilpres 2019 menjadi tidak berintegritas. Dan, issue tentang kecurangan untuk mempertahankan calon tertentu,
mendekati kebenaran. Nah, jika itu yang terjadi, lalu mau dibawa kemana negara kita?

Ayo, pasang mata, pasang telinga, rapatkan barisan, terus waspada. Meski demikian jangan terpancing, jangan bergerak di luar aturan. Insyaa Allah, skenario Sang Khalik sedang berjalan untuk Bangsa kita. Insya Allah, Sang Khalik akan segera mengakhiri segala kebohongan. Memberikan kemenangan bagi kita rakyat Indonesia yang tidak dungu, rakyat Indonesia yang berakal sehat untuk menuju Indonesia yang Adil dan Makmur. Aamiin… (fn)

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: