Artikel

Indonesia Menang

Oleh  Igor Dirgantara

Benar bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis visi dan misi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilu 2019, yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun menurut salah satu komisioner KPU pada tanggal 24 September 2018, visi-misi tersebut masih bisa direvisi sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Alasannya, panjangnya masa kampanye, sangat memungkinkan pasangan calon diperbolehkan memperbaiki visi dan misinya, termasuk diperbolehkan melakukan pergantian anggota tim kampanye. Lebih jauh, menurut KPU tidak ada batasan akhir perbaikan visi dan misi pasangan calon, karena ke depannya isu-isu negara bisa terus berkembang.

Kondisi inilah yang menyebabkan paslon nomor urut 02 berinisiatif menyempurnakan (merevisi) visi misi yang telah dikumpulkan pada saat pendaftaran ke KPU. Ada perubahan istilah ‘pilar’, yang sebelumnya dipakai, diganti menjadi ‘fokus’. Warna berkas visi-misi Prabowo-Sandi sebanyak 45 halaman itu sekarang menjadi dominan biru.

Visi Prabowo-Sandi:

Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, religius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

Misi Prabowo-Sandi:

Fokus Pertama: Ekonomi yang mengutamakan rakyat, adil, makmur, berkualitas, dan berwawasan lingkungan

Fokus Kedua: Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial

Fokus Ketiga: Keadilan di bidang hukum dan demokrasi berkualitas

Fokus Keempat: Menjadikan negara Indonesia rumah yang aman, nyaman, dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia

Fokus Kelima: Penguatan karakter dan kepribadian yang luhur

Mewujudkan Keadilan Sosial dan Ekonomi adalah salah satu fokus utama Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat memimpin Indonesia pada 2019-2024 nanti. Visi dan misi Prabowo-Sandi ini sebenrnya adalah rangkuman dari keluhan atau masukan dari masyarakat yang disampaikan langsung kepada Prabowo-Sandi saat mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia. Cawapres Sandiaga Uno, misalnya, sudah turun ke 1.000 titik berbagai daerah hanya dalam waktu 120 hari – dengan biaya sendiri. Tentu ini sebuah komitmen dan dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan oleh Prabowo-Sandi.

Tak hanya menyerap aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat, visi-misi Prabowo-Sandi juga disusun dengan partisipasi berbagai pihak. Para ahli di berbagai bidang ilmu dan keahlian terlibat langsung menggodok dan merumuskan ideologi, program, data dan fakta yang kemudian dimasukkan dalam program unggulan paslon nomor urut 02 ini. Revisi ini memang terlihat jadi lebih eye-catching dilihatnya.

Sebenarnya, Prabowo-Sandi menginginkan bahwa visi dan misinya bukanlah sekedar janji politik belaka, tetapi juga bisa terukur, dan dapat dilaksanakan konsisten selama lima tahun jika terpilih nanti. Ada sejumlah isu strategis di kalangan masyarakat yang mendapat perhatian khusus dalam penyempurnaan visi-misi Prabowo-Sandi. Di antaranya adalah soal pengelolaan utang negara, hingga posisi dan sikap Prabowo-Sandi untuk melakukan penajaman terhadap proyek infrastruktur, serta melakukan balancing antara pembangunan infrastruktur nelayan, pertanian dan pedesaan.

Selain itu juga ada rumusan bagaimana menciptakan lapangan kerja dengan tetap mengutamakan tenaga kerja lokal. BUMN juga dijanjikan akan dikelola dari profesional dan bebas dari kepentingan politik sesuai dengan amanat UUD 1945. Perubahan tagline dan visi-misi dilakukan karena munculnya sambutan dan meluasnya antusiasme masyarakat kepada Prabowo-Sandi. Bukan karena mendapat bocoran dari kisi-kisi debat capres. Bahkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengungkapkan alasan melakukan revisi ini justru ingin menyesuaikan dengan arah pembangunan Indonesia yang dirancang Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Pada akhirnya, visi-misi Prabowo-Sandi targetnya adalah masyarakat, jadi sebenarnya tidak masalah sekalipun KPU saat ini menolak revisi atau perubahan visi-misi (karena dianggap bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan) – padahal awalnya diperbolehkan. Prabowo – Sandi tetap bisa mengungkapnya secara singkat di awal sesi debat perdana tanggal 17 Januari nanti atau komprehensif di acara pidato kebangsaan Prabowo Subianto khusus bagi para pendukungnya: “Indonesia Menang”. Dampaknya akan sama besarnya.

*Survey & Polling Indonesia

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait