ArtikelFeatured

Hembusan Angin Perubahan dari GBK

Oleh : Heri Rakhmadi (Praktisi Public Relations)

Walau baru satu dekade lebih Indonesia merdeka, namun negeri ini mampu menggelar event olah raga terbesar di Asia. Yaitu Asian Games 1962 yang ditandai berdirinya sebuah bangunan bersejarah. Sebuah stadion yang dibangun Bung Karno untuk menujukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar, yang sudah berdiri tegak walau ratusan tahun dijajah. Suksesnya perhelatan Asian Games meniupkan angin segar bagi Indonesia. Karena tak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia.

Stadion yang kini bernama Gelora Bung Karno (GBK) ini memang banyak menjadi saksi sejarah bangsa ini. Bukan hanya berkenaan dengan olah raga tetapi juga kegiatan politik dan sosial. Stadion ini menjadi saksi bisu pasang surat prestasi tim nasional kita. Stadion ini merekam keriuhan aktivitas rakyat dalam rapat-rapat akbar parpol pemenang Pemilu 1955 yang kerap menggelar rapat akbar di tempat ini. Dan konon banyak yang yakin petahana sekarang, menang pada 2014 karena di-endorse ratusan artis yang menggelar konser di stadion ini.

Kini, 2019, tampaknya GBK akan kembali memperlihatkan tuahnya. Hari itu, Ahad, 7 April 2019, jutaan orang berkumpul memutihkan stadion megah nan bersejarah ini. Gairah rakyat bergelora. Mereka datang dari penjuru nusantara, bukan hanya dari sekitaran Jakarta. Wajah-wajah ikhlas saling menyapa. Mereka hadir bergembira bahkan puluhan jam sebelum panggung kampanye di buka.

Buruh dari kota-kota Pulau Jawa long march dengan penuh suka cita. Ibu-ibu pengajian bersukaria men-carter bus agar bisa bershalawat dan sholat berjamaah bersama. Anak-anak millenial yang biasa bersua di media sosial, bersepakat bertemu muka meriahkan suasana. Bahkan rombongan dari Sumatera men-carter pesawat dan seorang bapak tua yang usianya hampir sama dengan umur Republik ini rela behari-hari mengayuh sepeda dari Pasuruan demi melihat angin perubahan Indonesia yang mulai bertiup dari langit Jakarta.

Hotel-hotel sekitar Jakarta penuh oleh mereka yang sigap menyongsong perubahan. Semua moda transportasi umum, bus way, KRL, MRT penuh sesak dengan kehangatan para perindu harapan.

Malam sebelum punggang kampanye di buka, di muka GBK, aktivitas keikhlasan jelas terlihat. Para ibu mendirikan tenda menyajikan segala jenis panganan. Beberapa relawan terlihat asik menjahit spanduk rakyat dari goni bekas yang bertuliskan narasi kemenangan. Para seniman menyajikan alunan musik perjuangan dan keagungan sang pencipta.

Hari itu, Ahad, 7 April 2019, di GBK, sebelum fajar menyingsing jutaan tangan menadah ke langit. Air mata mengalir seiring shalawat yang berkumandang. Sholat tahajud dan shubuh berjamaah ditegakkan seiring lantunan doa seakan mencoba mengetuk pintu langit.

Hari itu, Ahad, 7 April 2019, di GBK, saat matahari mulai merekah, jutaan langkah memasuki GBK bergabung dengan mereka yang sejak malam menggelar sejadah. Saat podium kampanye mulai dibuka berjuta doa kembali dikumandangkan, kali ini dari semua pemeluk agama. Saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan menyatukan doa dan langkah menjemput perubahan.

Hari itu, Ahad, 7 April 2019, saat sengatan matahari mulai terasa, acara puncak di GBK pun dimulai. Kehangatan makin terasa. Stadion bertambah sesak. Massa semakin maju mendekati penggung, bukan karena bakal ada lantunan nyanyian dari grup band ternama atau tarian biduan terkenal, tetapi demi mendengar narasi besar perubahan bangsa.

Hari itu, Ahad, 7 April 2019, dipayungi langit biru Jakarta, telah lahir paradigma baru kampanye politik yang sesungguhnya. Kampanye yang berisi gagasan bernas dan ikatan emasional untuk menghadirkan kembali keadilan yang selama lebih 4 tahun ini pergi entah kemana. Sebuah kampanye yang dipenuhi akal sehat, bukan lantunan musik apalagi rayuan biduan seperti yang terjadi di GBK 2014 silam.

Hari itu, Ahad, 7 April 2019, ajungan dua jari ke udara menjadi penanda perabadan baru kampanye politik Indonesia yang nanti pada 17 April akan menjadi awal perubahan Indonesia. Dari GBK, angin perubahan sedang dihembuskan ke seluruh Indonesia.

*Tidak untuk dibandingkan dengan kegiatan 13 April 2019 kemarin….

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Check Also

Close
Scroll Up