ArtikelFeatured

Gagasan Pelaksanaan Trisakti Bung Karno ada di Prabowo-Sandi

Oleh : Moh Jumhur Hidayat (Mantan Kepala Badan Nasional Penempatan & Perlindungan TKI/BNP2TKI)

Tulisan di bawah ini saya buat untuk menjawab banyak pertanyaan tentang pemihakan saya dalam Pilpres kali ini. Pertanyaan itu muncul karena mereka tahu betul bahwa saya adalah relawan pendukung Jokowi-JK pada Pilpres 2014 lalu. Lebih dari 4 tahun saya tidak melibatkan diri dalam hiruk pikuk politik walau saya sangat jengkel dengan berbagai kebijakan yang ternyata jauh dari apa yang dulu saya yakini. Saya bertahan diam cukup lama untuk memberi kesempatan pada Pemerintah bekerja. Namun pada penghujung Pilpres ini saya harus bersikap karena memang bukan tabiat saya untuk tidak menyampaikan apa yang terpendam dalam nurani saya. Pasti tidak banyak pengaruh pemihakan saya pada perolehan suara nanti. Namun saya merasa puas setidak-tidaknya saya tetap setia pada nurani saya untuk melawan ketidakadilan nyata yang dipompa secara vulgar oleh Pemerintah menjadi pemandangan keseharian di hadapan kita semua.

Dalam era global yang semakin menggila, bisa membuat pemimpin suatu bangsa terjebak pada pragmatisme akut yang berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsanya sendiri. Bila secara ekonomi dan budaya suatu bangsa telah dikuasai oleh kekuatan asing, maka penguasaan wilayah hanya tinggal selangkah lagi. Tentunya hal itu tidak boleh terjadi pada bangsa Indonesia.

Atas dasar pertimbangan itulah maka gagasan Trisakti Bung Karno tetap relevan pada era global ini. Trisakti Bung Karno yang mengharuskan Indonesia berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya adalah suatu gagasan visioner jauh ke depan yang harus menjadi obsesi bagi siapapun pemimpin Indonesia.

Melihat kekhidmatan Prabowo Subianto yang tinggi pada rakyat yang diungkapkan secara tegas untuk meningkatkan pertahanan dalam menjaga kedaulatan politik dan teritorial serta obsesinya ingin menyejahterakan rakyat tanpa harus bergantung secara mutlak pada kekuatan asing, adalah visi yang menegaskan akan dilaksanakannya Trisakti Bung Karno ini. Sementara itu Sandiaga Uno yang berlatar belakang ekonomi, mengetahui langkah-langkah teknis dan taktis untuk melaksanakan gagasan besar itu. Ditambah lagi dengan keinginannya mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya adiluhung bangsa. Artinya, dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Indonesia itu harus pararel dengan pengembangan ekonomi kreatifnya. Dengan kata lain, budaya bangsa bukan dijadikan sebagai realitas saja tetapi juga menjadi aktualitas.

Di samping gagasan orisinal dari Prabowo-Sandi. Saya juga melihat bahwa para pejuang yang berada di sekitar pasangan ini. Di antaranya Rizal Ramli dan Rachmawati Sukarno Putri serta para kader partai pendukungnya, memiliki daya intelektualitas tinggi dan pengalaman dalam tempaan perjuangan di atas rata-rata. Karena itulah maka saya yakin bahwa pelaksanaan Trisakti Bung Karno akan dapat diwujudkan.

Karena keyakinan itulah, saya mengajak teman-teman di berbagai organisasi pergerakan yang dulu pernah bergabung dalam ARM (Aliansi Rakyat Merdeka) agar bersama-sama memenangkan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 17 April 2019 nanti.

Gagasan melaksanakan Trisakti Bung Karno pada era sekarang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berjiwa revolusioner. Saya melihat jiwa-jiwa revolusioner itu ada pada Prabowo-Sandi bersama orang-orang yang dekat dengan pasangan ini. Semoga saja semakin banyak kekuatan revolusioner yang bersatu dalam kubu Prabowo-Sandi. Sehingga bila kelak berkuasa, pasangan ini benar-benar melaksanakan gagasan Trisakti Bung Karno dengan bersungguh-sungguh (Fn).

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up