Artikel

Fathu Makkah dan Kemerdekaan yang Abadi


Oleh: Muhammad Musyaddad Zaen
Praktisi Pendidikan

“Merdeka” merupakan suatu kenikmatan yang sangat luar biasa untuk umat manusia yang ditandai dengan rasa suka cita. Di Indonesia, kemerdekaan itu disimbolkan dengan dibacakannya Proklamasi yang menandakan bangsa Indonesia telah terlepas dari penjajahan. Hal tersebut dikuatkan dalam preambule UUD 1945, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan…”

Seluruh komponen masyarakat pun bergembira menyambutnya. Mereka bersuka cita atas terbebasnya hasil tani mereka yang selalu diambil paksa oleh bangsa lain. Mereka bersuka cita atas terbebasnya sebagai karyawan/pegawai/pendidik yang harus menyebarkan berita/informasi sesuai kepentingan penjajah. Mereka bersuka cita atas terbebasnya dari berbagai macam penganiayaan ketika mereka menentang penjajah. Dan masih banyak ungkapan suka cita lainnya yang membuat mereka menikmati kemerdekaannya.

Kemenangan umat Islam pada peristiwa Fathu Makkah juga merupakan suatu kemerdekaan yang diabadikan dalam QS Al Maidah ayat 3, “Al Yauma Akmaltu Lakum Diinakum…” “Telah Ku sempurnakan untukmu agamamu..” Kemerdekaan tersebut menggenapkan serangkaian proses sejarah panjang atas nikmat Allah swt. Yang ditandai dengan terbebasnya kota yang suci ini (Makkah) dari berbagai macam berhala yang tanpa disadari membelenggu masyarakatnya.

Begitu indahnya Islam sebagai pedoman hidup yang membebaskan belenggu dari segala bentuk kesyirikan. Yang mana posisi Tuhan (pada waktu itu) diwujudkan sebagai batu atau barang-barang sejenisnya. Padahal sesungguhnya batu tersebut tidak sama sekali memberikan manfaat maupun mudhorot kepadanya.

Keindahan Islam pun hadir untuk mengembalikan manusia sebagai insan yang yakin akan Rabb-nya serta Hari Akhirat. Rabb Yang Maha Agung, yang menciptakanmu dari tiada menjadi ada dan dari ada menjadi tiada lalu kamu diadakan kembali. Rabb Yang Maha Memelihara Bumi dan Langit serta seisinya, yang mana tidak ada satu jengkal pun yang luput dari pemeliharaannya.

Begitu indahnya Islam sebagai pedoman hidup yang juga membebaskan segala bentuk kedzaliman. Perempuan yang dahulu hanya menjadi hiasan dan penghibur serta budak yang didudukkan sebagai makhluk yang lebih rendah dari tuannya. Keindahan Islam pun hadir untuk mengembalikan perempuan kepada fitrahnya sebagai makhluk yang perlu dijaga dan dihormati serta budak yang dikembalikan kepada fitrahnya sebagai layaknya seorang kawan atau kerabat dekat.

Nikmat kemerdekaan yang dilukiskan oleh Islam merupakan suatu kesempurnaan yang sangat indah. Islam memberikan suatu kebiasaan baik bagi manusia untuk mengatur secara detail bagaimana ia harus makan, minum, bermuamalah, hingga ia tidur kembali. Juga mendisiplinkan diri sebagai hamba yang taat kepada Rabb-nya. Hal tsb ternyata dapat menyehatkan fisik dan psikis. Seseorang yang melakukan sholat dengan benar, maka fisik dan batin akan senantiasa terjaga. Seseorang yang rajin melantunkan dan mentadaburi ayat-ayat Al Qur’an, kitab-kitab hadits, maupun karya para ulama yang terpercaya (tsiqoh), maka hati akan senantiasa diberi ketenangan dan ketentraman.

Nah itulah kemerdekaan yang abadi. Kemerdekaan yang dapat mendekatkan diri kepada Rabb-nya tanpa ada sekat walaupun sedikit.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up