ArtikelFeatured

Dukungan UAS dan Reaksi Kubu Herx Jokowi

Oleh: Supriyatno Yudi

Video dialog Prabowo dengan Ustad Abdul Somad (UAS) seketika viral, Kamis (11/4) sore. Hanya dalam hitungan jam linimasa media sosial penuh dengan video tersebut. Meski demikian, dukungan UAS dinilai tidak akan berpengaruh pada elektabilitas. Benarkah?

Beragam ekspresi warganet. Terutama pendukung 02. Mulai dari takbir, mengucapkan masyaallah, sujud syukur, berairmata, hingga menyatakan Pilpres sudah selesai. Kelar, Prabowo-lah pemenangnya.

Akun yang terllihat terafiliasi dengan kubu 01 diam. Hingga esok paginya terpantau masih tak bersuara. Menjelang siang baru ada respon kubu 01.

Adalah Denny JA yang menjadi penabuh di barisan awal. Ia memberikan keterangan pers tertulis ke media: Dukungan UAS tidak berpengaruh pada elektabilitas Prabowo-Sandi. “Too little, too late,” ujarnya. Telat. Begitulah kesimpulan Denny JA.

Aha…… Ini sanggahan yang menarik. Respon Denny JA ini mengingatkan pada Reaksi Herxheimer, atau biasa disebut hanya Reaksi Herx. Ini adalah reaksi bakteri, kuman, virus, atau racun dalam tubuh ketika proses detoksifikasi. Ini adalah reaksi perlawanan racun terhadap obat yang baru dipakai/konsumsi.

Reaksi ini biasanya bersifat sementara diawal pengobatan. Ditandai dengan ruam dan gatel di kulit, mual, kepala pusing, dan buang air. Berikutnya toksin melemah, dan mati. Tubuh pun bersih dari toksin. Nah, justru ketika tidak ada reaksi herx maka diragukan obat itu sudah berkerja atau belum. Atau bisa jadi obatnya kurang manjur.

Kembali ke dukungan UAS, benarkah tidak berpengaruh? Kalau tidak berpengaruh, kenapa Denny JA bereaksi? Kalau tidak signifikan kenapa sampai susah payah menulis pers release ke media? Respon Denny JA jelas sejenis reaksi herx.

Maklum. Pasalnya, pada November 2018, LSI Denny JA pernah merilis hasil survey mengenai pengaruh ulama dalam kontestasi politik. Ulama yang paling diikuti pemilih adalah UAS (30,2 persen), dan tingkat kesukaan publik terhadap UAS sebesar 82,5 persen. Inilah yang membuat Denny JA merasa berkepentingan untuk menetralisasi.

Jadi pernyataan Denny JA yang menyatakan bahwa dukungan UAS tidak berpengaruh justru itu adalah tanda tersendiri. Tanda bahwa sesungguhnya sangat berpengaruh. Tanda bahwa reaksi herx sedang bekerja, begitu cepat. Sekaligus menjadi tanda bahwa obat begitu berkhasiat.

Reaksi herx berikutnya adalah respon akun terafiliasi 01. Mereka menyebar hoax: UAS kecewa dengan 02. Netral. Sambil melampirkan video klarifikasi UAS yang berdurasi sekira 33 detik. Betul di video itu UAS menyatakan tidak mendukung salah satu calon. Sejatinya video itu adalah video lama. Justru video itu adalah klarifikasi UAS atas hoax yang mengatakan dirinya mendukung 01.

Reaksi herx akun 01 juga dilihat dari konten yang memutarbalikkan ucapan UAS ketika berdialog dengan Prabowo. Ucapan UAS yang meminta Prabowo “tabah, kuat, dan serahkan pada Allah” diplintir dan dimaknai: Prabowo akan kalah untuk itu agar tabah dan berserah pada Allah.

Tafsir akun 01 lainnya adalah pemberian minyak wangi dan tasbih dari UAS untuk Prabowo. Mereka membuat tafsir ugal-ugalan: “Dikasih minyak biar bau kejahatannya tidak tercium, dan dikasih tasbih biar dzikir agar tidak mudah gebrak meja.”

Sungguh tega pemberian ikhlas UAS dan nasehat baik ulama diartikan secara semena-mena, bahkan diartikan secara jahat. Tapi begitulah memang reaksi herx, kadang menyakitkan bagi pasien.

Reaksi herx berikutnya adalah respon KemenPAN-RB. Bambang Dayanto Sumarsono, asisten deputi Pembinaan Integritas dan Penegakan Disiplin SDM KemenPAN-RB, menyatakan bahwa apa yang dilakukan UAS melanggar aturan netralitas PNS. Status UAS sebagai PNS disoal.

Padahal pertemuan UAS dengan Prabowo dalam kapasitasnya sebagai ulama. “Kalau lihat videonya memang kapasitasnya sebagai ulama. Namun, kan perbicangan dengan capresnnya diunggah dan ditonton banyak orang. Nah di sini kena delik pelanggaran netralitas,” kata Bambang. Aneh, yang nonton siapa, yang kena delik siapa.

Tapi begitulah memang reaksi herx. Aneh dan berlebihan. Jadi apakah dukungan UAS berpengaruh? Jika melihat tiga reaksi herx yang begitu akut, maka bisa dipastikan dukungan UAS sangat berpengaruh.

Buktinya gelombang dukungan semakin mengalir. Beberapa tokoh tampil di acara pidato kebangsaan Prabowo di Surabaya keesokan harinya. Salah satunya adalah Dahlan Iskan. Pemilik Jawa Pos Group ini menyatakan diri mualaf jokower. Pada 2014 mendukung Jokowi, kali ini menetapkan hati kepada Prabowo.

Selain Dahlan Iskan, yang turut secara terbuka menyatakan dukungan adalah Gatot Nurmantyo. Nam lain yang juga hadir di acara tersebut adalah mantan Wamenhan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Menko Polhukam Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edy Purdjianto, mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, dan pengamat militer Prof Salid Said.

Tak hanya itu, Jumat malam, Ustad Adi Hidayat pun bertemu Prabowo. Ia secara terbuka menyatakan dukungan dan mendoakan Prabowo. Masih menganggap dukungan UAS tidak berpengaruh? Hati-hati reaksi herx sedang bekerja. Biasanya, tidak lama lagi toksin melemah, dan……. (Fn).

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up