ArtikelFeatured

Doa yang Tertukar

Oleh: Dian Anggraeni Umar

Peristiwa ‘doa yang tertukar’ di Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang Jawa Tengah beberapa waktu lalu masih menyisakan cerita pilu sekaligus indah.

Bagi kubu petahana peristiwa itu sungguh memilukan. Bagaimana tidak memilukan, acara yang sudah tersusun begitu rapi, pada klimaksnya, doa yang seharusnya ditujukan untuk Jokowi malah dipersembahkan kepada Prabowo, calon presiden nomor 2.
Dan yang lebih memilukan lagi doa tersebut diamini oleh seluruh santri yang hadir termasuk Jokowi yang gesturnya terlihat begitu khusyuk saat berdoa.

Sebaliknya bagi kubu Prabowo peristiwa itu anugerah terindah yang dikirimkan Tuhan melalui Ulama Nadlatul Ulama (NU) KH Maemoen Zubair. Tiba-tiba saja nama Prabowo disebut dalam doanya, begitu ringan dan mudah saja terucap dari bibir KH Maemoen, yang akrab dipanggil Mbah Moen ini.

Apabila dikaji dalam ilmu marketing peristiwa doa yang tertukar tersebut bisa dimaknai nama Prabowo Subianto sudah menjadi Top of Mind Awareness (TOMA).

Top of mind adalah level yang tertinggi dalam tingkatan brand awareness. Ketika pertanyaan dilontarkan kepada publik siapa calon presiden 2019? Nama yang terlintas atau muncul pertama kali di benak publik adalah Prabowo.

Kalau kita kaitkan dengan cerita doa yang tertukar, saat Mbah Maemoen berdoa, nama capres yang muncul pertama kali dalam benak Kyai yang sudah berusia 90 tahun ini adalah Prabowo.

Proses pencapaian menjadi top of mind brand bisa melalui berbagai strategi komunikasi pemasaran. Menggunakan bauran promosi seperti iklan, public relations termasuk dengan menggunakan social media. Namun pada intinya pencapaian top of mind sebuah brand berkaitan dengan kemampuan yang kuat dalam membangun hubungan dengan publik atau konsumennya.

Ada empat tingkatan brand awareness, level pertama adalah Top of Mind, level kesadaran merk yang tertinggi di benak konsumen atau publik.

Level kedua adalah brand recall, pada tingkatan ini konsumen mampu mengingat sebuah merk.

Level ketiga adalah brand recognition, merupakan tahap dasar kemampuan konsumen mengenali sebuah merk.

Level keempat adalah unaware brand, tahap dimana konsumen tidak mengenal sama sekali suatu merk.

Level brand awareness diukur secara periodik agar bisa mengetahui kinerja dari sebuah merk.

Coba Anda lontarkan satu pertanyaan kepada emak-emak siapa calon wakil presiden Indonesia 2019. Saya yakin seratus persen nama yang muncul pertama kali di benak emak-emak adalah Sandiaga Uno atau Sandi.

(Penulis adalah Strategic Communication Advisor di Holistic Reputation Advisory)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up