ArtikelFeatured

Berharap Pada DPR Baru

Oleh : Ryanti Suryawan

Lima ratus tujuh puluh lima anggota DPR terpilih yang telah dilantik adalah merupakan harapan baru bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rakyat tentu berharap kepada anggota yang beru dilantik dan sudah disahkan ini memberikan suatu kepuasan kepada publik. Karena seperti yang kita ketahui, kelembagaan DPR ini belum mampu memuaskan dan indeks kepuasaan publik selalu berada diperingkat bawah. Dan ini adalah menurut catatan lembaga survei. Walau secara presedural DPR sudah menjalankan tiga fungsinya yakni legislasi, pengawasan, dan penggangaran. Akan tetapi bila kita melihat dari tingkat kepuasaan publik terhadap DPR masih begitu rendah, itu berarti tugas dan fungsi DPR sejauh ini belum optimal.

DPR periode 2014 – 2019 masih menjadi potret buram wakil rakyat padahal data dari kementerian keuangan, anggaran DPR meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019 DPR diproyeksikan mencapai Rp 4,6 Triliun. Tentu angka ini meningkat sedikitnya 0,19% dari tahun sebelumnya. Peningkatan tertinggi pada tahun 2017 yang mencapai 13,17%. Dari Rp 3,7 triliun menjadi 4,2 triliun. Dengan anggaran sebesar ini ternyata DPR belum mampu membuat kinerja DPR lebih baik.

Indikator yang dapat digunakan dalam mengukur kinerja adalah jumlah undang undang yang dihasilkan. DPR menargetkan penyelesaian 189 Rancangan undang – undang. Dalam program legislasi nasional selama lima tahun hingga batas akhir masa kerja. Target ini hanya mampu diselesaikan dengan mengesahkan 77 UU. Jadi wajar saja bila publik kecewa. Masalahnya anggaran yang begitu besar yang dikeluarkan ternyata tidak sebanding dengan kinerja. Padahal anggaran DPR itu rata rata pertahun dinominal Rp 5,23 triliun. Angka pantastis tentunya namun tidak dibarengi dengan tingkat kinerja dan kepuasan publik.

Kepuasaan publik yang rendah terhadap kinerja DPR juga ada dalam persoalan lain. Misalnya tingkat korupsi yang menjerat sejumlah oknum anggota parlemen. Bahkan seringnya anggota parlemen absen atau membolos dalam menghadiri rapat paripurna. Ya kita menghargai kerja keras DPR akan tetapi kinerja DPR periode 2014 – 2019 belum mampu memuaskan dan masih jauh dari harapan.

Saat ini rakyat mengharapkan kepada DPR yang baru dilantik untuk dapat membuat segala kekurangan DPR periode sebelumnya menjadi koreksi untuk memperbaiki secara kelembagaan. Dan semoga DPR yang baru dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Banyak PR yang harus dikerjakan dan diselesaikan DPR yang baru. Semoga segala keputusan yang dibuat segala sesuatunya berpihak kepada rakyat. Dan lembaga tertinggi negara ini mampu menjadi wakil rakyat dan jadikan pelajaran apa yang terjadi pada masa akhir jabatan periode 2014-2019 sebagai cambuk untuk berbenah dan bahan untuk koreksi. Karena harapan dari 269 juta jiwa Indonesia berharap agar DPR yang baru lebih baik.

Bogor 5 Oktober 2019
Ryanti Suryawan.

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up