ArtikelFeatured

Apa Output Mentoring Bisnis? (WARMING UP SEMARAK MUKTAMAR)

Oleh : Amir Faisal (Inspirator Bisnis & Waketum DPP ASPRINDO )

Alangkah ruginya jika acara Mentoring Bisnis, yang menghadirkan tiga konglomerat Muslim hanya bertujuan pragmatis memberikan mentor pada UKM dan calon pengusaha.

Mentor sendiri artinya adalah pendampingan, pengasuhan, pembimbingan, dst, berarti even ini hanya langkah awal dari proses edukasi bisnis dalam perjalanan yang entah kapan sampainya

Untuk itu perlu dibangun visi jangka pendek,menengah dan panjang. Perlu di-arange perangkat goal setting atau roadmapnya.

Sebagaimana diketahui, Mentor pertama, H Soetrisno Bachir yang akrab dipanggil Mas Tris adalah Ketua KEIN, yang posisinya jelas bisa menjadi network atau connector antara komunitas Entrepreneur yang kita bangun dengan pemerintah atau sebaliknya.

Mentor kedua Andy Arslan Djuneid yang sama-sama OPEK (Orang Pekalongan) – saya juga Opek – adalah putera H. Zakky Arslan Djuneid almarhum, founders Kospin jasa, yang memulai bisnis dari nol, hingga memiliki asset Trilyunan. Kospin sebagai korporasi jasa pembiayaan tentunya mempunyai Bank of Business Problem Shooter dibidang pembiayaan.

Mentor ketiga adalah Sandiaga Uno. Siapa Sandi tidak perlu saya jelaskan disini, karena sudah sangat mutawatir. Tetapi banyak pelaku ataupun pengamat bisnis yang belum tahu, apa sebenarnya strategi besar (Grand Strategy) dari gebrakan OK OCE itu?

Para politisi yang mencurigai, bahwa gebrakan itu hanya gimmick kampanye jelas kecele. Sandie sekarang malah sangat all out pada gerakan bisnisnya itu.

Gerakan OK OCE baru bisa difahami jika kita mengetahui 4 fungsi OK OCE Global Office.

Pertama, berfungsi sebagai Meet up, yaitu tempat bertemu, bertukar pikiran, dan menjalin jaringan bisnis agar tumbuh relationship yang kuat antara sesama pengusaha.

Dengan relasi yang kuat tersebut diharapkan banyak muncul kesepakatan yang muncul untuk membangun bisnis yang saling menguntungkan.

Kedua, Show up. Yaitu dibangunnya office & outlet sebagai tempat etalase untuk memajang barang yang diproduksi oleh para pengusaha lulusan program OK OCE, yang berlokasi Office di pusat perkantoran dan perbelanjaan.

Ketiga, Gear up, yang merupakan pusat informasi dan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi para calon pengusaha, melalui pelatihan-pelatihan.

Keempat, Speed up, yang mengusahakan agar para pelaku bisnis rintisan OK OCE ini untuk bisa cepat naik kelas.

Menurut saya, selaku pengamat bisnis, Strategi Global Office OK OCE ini baru seperempat Grand Strategy yang ada di otak Sandi?

Kenapa demikian?

Sebagaimana diketahui, bahwa Sandi adalah jawaranya Financial Enginering yang telah menyelamatkan belasan korporasi besar. Oleh karenanya hampir tidak mungkin GO OK OCE ini juga tidak dienginering menjadi korporasi-korporasi yang kuat, dengan branding yang kuat dengan strategi marketing andal, seperempat grand strategy berikutnya, atau setengahnya.

Tiga perempatnya adalah membangun korporatisasi, supaya korporasi-korporasi itu tergabung dalam holding company dan listing di lantai bursa.

Pada level ini, cash inflow dan income korporasi bukan hanya dari business operation saja, tetapi dari penjualan saham. Dan berarti sudah menyamai Indomaret dan Alfamaret.

Langkah berikutnya, adalah membangun Unicorn, yaitu Market place dan Fintech.

Apa yang mau di model oleh KB PII?

Kembali ke even Mentoring Bisnis, maka sekurang-kurangnya perlu diidentifikasikan, saat ini pebisnis KB PII sudah pada level keberapa dari strategi yang dibuat oleh Sandi?

Kemudian what next, first step apa yang perlu dilakukan sesudah perhelatan besar di Jogja ini?

Saya kira inilah yang besok perlu kita rumuskan bersama. Menurut saya, kita memiliki kapasitas yang cukup untuk itu.

Insya Allah

Selanjutnya

Artikel Terkait