BeritaFeatured

SDPW PII Yogbes : Pengokohan Ukhuwah Dalam Mewujudkan Generasi Beradab

Banner IDwebhost

Kanigoro.com –┬áSidang Dewan Pleno Wilayah (SDPW) Pelajar Islam Indonesia Yogyakarta Besar 2018-2020 kali ini dihelat mulai hari Jum’at 30 Agustus sd Ahad 1 September 2019, di gedung PKK Kabupaten Purworejo, dengan mengusung tema, “Pengokohan Ukhwah Dalam Mewujudkan Generasi Beradab”.

Menurut Azzam Alghozali, Ketua PW PII Yogyakarta Besar, 2018-2020, bahwa SDPW 2018-2020 ini secara garis besar lebih ditekankan ke penguatan visi misi Organisasi PII.

“Jadi dalam SDPW nanti lebih membaca analis SWOT. Bagaimana menjadikan peluang Dan kekuatan PII sebagai gerakan untuk penguatan visi Misi Organisasi,” kata Azzam setelah Opening Ceremony tadi malam, Jum’at (30/8).

SDPW PII Yogbes kali ini dikuti 57 peserta, 43 orang dari perwakilam seluruh Pengurus Daerah yang ada di Wilayah Yogyakarta Besar dan 14 orang dari PW PII Yogbes itu sendiri. Turut hadir Kadis Dikbudpora Kabupaten Purworejo, KBPII, dan PD IPM Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutannya, Kadis Dikbudpora Kabupaten Purworejo, bapak Wiyono, mengapresiasi kegiatan SDPW ini karena menghadirkan forum evaluasi tengah periode yang dihadiri oleh seluruh Pengurus Daerah di bawah naungan Pengurus Wilayah Yogyakarta Besar. Terkait dengan sebuah komitmen, Kadis Dikbudpora mengingatkan bagaimana membangun dan menjaga komitmen tersebut disertai dengan rasa tanggung jawab penuh.

Berkaitan dengan tema yang diangkat dalam SDPW ini Kadis Dikbudpora menggarisbawahi bahwa Adab ini sangat penting diperhatikan oleh pelajar dalam mewujudkan generasi cerdas di masa depan.

Sementara itu sambutan dari KB PII yang diwakili Amin Sudirman menyatakan betapa pentingnya menyelami kembali terkait Rukun Islam.

“Salah satunya dan yang pertama yaitu syahadat dapat diamalkan dengan bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu termasuk dalam berorganisasi. Bersungguh-sungguh dalam melaksanakan program kerja yang direncanakan. Dalam SDPW ini ya Pengurus Daerah mengevaluasi kembali terkait program kerja yang telah dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah. Apakah akan ada program kerja yang dihapus atau diganti.” kata Amin Sudirman.

Amin juga menekankan kepada totalitas dalam berjuang melalui Organisasi. “Kalau berjuang di PII ya totalitas, di IPM ya totalitas.” (SS/Fn)

Artikel Terkait

Back to top button