Banner IDwebhost
Jalan Pinggir

Ali Mocthar Ngabalin tidak Ngibulin

Banner IDwebhost

Oleh Ahmad Jojon Novandri

Ali Mochtar Ngabalin atau Bang Ali biasa saya panggil beliau. Senior saya di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII). Menggebrak setelah merapat ke Istana. Suaranya nyaring. Pidatonya menggebu. Retorikanya mantap. Singa podium di padang pasir.

Sebagai junior dalam beberapa hal saya mengagumi Bang Ali. Abang satu ini ibarat pepatah: “Sekali lompat, dua tiga pulau terlampaui. Baru lompat langsung dapat tenaga ahli utama kantor staf presiden. Lompat lagi dapat komisaris angkasa pura I. Bukan tidak mungkin lompatan berikutnya langsung MENKO alias Menteri Komunikasi.

Ada senior yang lain lompat-lompat mulu. Malah nggak kemana-mana. Ternyata doi lompat di tempat. Muter-muter. Kasian.

Saat ini bang Ali Mochtar Ngababalin jadi sorotan. Menjadi tameng, perisai, penawar, juru bicara paling vokal Istana. Beliau menahan semua gempuran yang dialamatkan ke Istana. Termasuk gempuran luar biasa gerakan #2019gantipresiden.

Belakangan, bang Ali dituduh oleh netizen ngibulin masyarakat banyak. Bermula dari pernyataannya yang membela habis-habisan #2019tetapjokowi dan menentang keras #2019gantipresiden. Kejadiannya di salah satu stasiun TV swasta nasional. Ditonton mungkin jutaan orang. Bang Ali dengan tegas dan suara keras mengatakan bahwa #2019tetapjokowi tak pernah menggunakan lapangan atau jalanan pada saat deklarasi. Selalu Indoor tak pernah outdoor seperti deklarasi #2019gantipresiden.

Seketika, masyarakat, netizen, seleb medsos, ramai-ramai memposting, upload, kirim WaG, share sana-sini, semua aktifitas relawan #2019tetapjokowi yang dilakukan di luar ruangan. Ada di jalanan, ada juga yang dilapangkan. Bang Ali dianggap telah Ngibulin masyarakat luas.

Menurut saya, yang sedikit kenal dengan Bang Ali. Tak ada maksud bang Ali untuk ngibulin. Mungkin karena kurang baca. Secara, doi tak punya banyak waktu luang. Termasuk untuk berselancar di media online. mungkin juga tidak ada yang beritahu atau mengingatkan.

Bang Ali orang baik. Pernah jadi marbot masjid sama seperti saya. Tak mungkin dia benar-benar punya niat ngibulin kita.

The End

Artikel Terkait