Banner IDwebhost
Berita

Anggota DPR RI Memaki Kemenag dengan Kata Bangsat, Rakyat yang Diwakilinya Menanggapi Begini

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Anggota DPR RI Fraksi PDIP dari Daerah Pemilihan Jawa Timur 6 (Kota/Kab Kediri – Kota/Kab Blitar – Kab Tulungagung), Arteria Dahlan, memaki Kementerian Agama dengan kata bangsat, dalam Rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung M Prasetyo soal travel umrah bodong, Rabu (28/3) lalu. Berbagai pihak lantas menanggapi, salah satu tanggapan datang dari dosen IAIN Tulungagung, Ngainun Naim.

Melalui akun instagram dan facebooknya, Ngainun Naim mengungkapkan keprihatinannya terhadap perilaku wakil rakyat dari daerah pemilihannya yang memaki instansi tempatnya bekerja. Selengkapnya, begini tanggapan Ngainun Naim.

Kritis-Etis

Ngainun Naim, Pegawai Kemenag.

Mengawali catatan sederhana ini saya ingin mengutip petuah bijak Maulana Jalaluddin Rumi.

“Kata-kata hanyalah pra-teks. Aspek simpatilah yang dapat menarik hati seseorang pada orang yang lain, bukan kata-kata. Unsur simpati itulah yang mengguncangkan dan menggelisahkan seseorang. Bila ia tidak ada maka warna kuning padi di sawah tak akan mempesonakannya. Ia adalah gambaran mental dari segala sesuatu yang hinggap di kepala manusia yang akan membawanya kepada hal itu”.

Saya merasa kalimat Maulana Jalaluddin Rumi ini penuh dengan energi. Energi kebajikan. Energi yang bisa mengajak siapa pun untuk bertransformasi menjadi diri yang lebih baik.

Kalimat Rumi menemukan momentumnya saat pagi ini saya mendapatkan link berita tentang seorang politisi PDI-P yang menyebut ungkapan yang kurang etis–maaf–“bangsat”. Hati saya perih. Sungguh, bagaimana mungkin kata itu terucap dari seorang Wakil Rakyat yang Terhormat.

Mohon maaf, Wakil Rakyat yang Terhormat itu dari Dapil Tulungagung lho. Tempat saya lahir, sekolah, dan mencari rezeki.

Wakil rakyat harus kritis. Tapi juga harus etis. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam. Simpati itu melampau kata-kata. Tapi antipati juga lahir dari kata-kata.

Tags

Artikel Terkait

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker