Berita

Siaga Merapi, LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Adakan KKN Berbasis Relawan Bencana

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mahasiswa (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Relawan Bencana Merapi. Serah terima mahasiswa peserta KKN dilakukan pada Jumat (27/11) dari LPPM UIN Sunan Kalijaga kepada Pemerintah Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman di Posko Tanggap Darurat Wonokerto.

Ridwan Firdaus selaku Koordinator Tim Relawan menjelaskan bahwa penyerahan peserta dilakukan kepada Pemdes Wonokerto yang diterima langsung oleh Kepala Desa Tomon Haryo Wirosobo.

“Jumlah relawan seharusnya ada 20 orang, akan tetapi yang bisa hadir pada saat penyerahan hanya 17 orang relawan,” jelas Firdaus.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan 19 kali guguran lava

Dikatakan Firdaus, fokus program yang saat ini dilaksanakan para mahasiswa adalah pendataan penduduk yang tinggal di sekitar Kawasan Rawan Bencana (KRB).

“Sampai saat ini belum ada pengungsi, jadi masih dalam tahap pendataan dan pembenahan tempat pengungsian atau posko dengan tetap memantau perkembangan terkini dari merapi,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.

Program KKN berbasis relawan bencana menurut Firdaus dilaksanakan sebagai bentuk langkah preventif dalam mengurangi korban bencana Merapi.

“Sebagaimana yang terjadi pada tahun 2006 dan 2010 yang menimbulkan banyak korban jiwa. Hal itu terjadi akibat kurang tepatnya langkah pencegahan yang dilakukan, seperti pendataan, sosialisai proses evakuali dan langkah preventif lainya,” ungkapnya.

Baca juga: Delapan Tahun Pasca Dihantam Erupsi Merapi, KPSM Sleman Bangkit Lagi

Bagi mahasiswa, melalui KKN berbasis relawan bencana ini menurut Firdaus bertujuan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat terutama yang berpotensi terdampak erupsi gunung Merapi.

“Selain itu ketika terjadi erupsi atau gunung meletus, ke depannya kami akan mengadakan program pemberdayaan masyarakat di tempat posko pengungsian dengan menggunakan pendekatan keagamaan,” lanjutnya.

Melalui pelaksanaan KKN ini Firdaus berharap bisa menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

“Selain itu kami pun sangat berharap bahwa program ini dapat menambah ilmu dan pengalaman para mahasiswa yang menjadi relawan. Sedangkan bagi masyarakat setempat kami berharap semakin siap dalam menghadapi bencana, dalam hal ini bencana gunung merapi,” pungkasnya. (GR-AMz)

Back to top button