Berita

Tingkatkan Kualitas Demokrasi Indonesia, PP GPII Selenggarakan Diskusi

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) menyelenggarakan diskusi bertema “Pemahaman Demokrasi untuk Kalangan Pelajar dan Pemuda”. Diskusi ini berlangsung di Pelataran Sekretariat PP GPII yang bertempat di Jalan Menteng Raya 58 Jakarta Pusat, Rabu (25/11).

Menurut panitia pelaksana Rizal. R. Sutanbagindo diskusi ini ditujukan agar kualitas demokrasi Indonesia semakin membaik, karena dalam kurun waktu ke belakang bentuk-bentuk penyampaian pendapat oleh masyarakat di muka umum dicederai oleh aksi kekerasan baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun oleh aparat kepolisian.

“Diskusi ini kami selenggarakan agar masyarakat muda memahami hak-hak politik mereka yang akan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: PP GPII Desak Presiden RI Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis

Hal ini diperkuat dengan pemaparan oleh salah satu pembicara diskusi Yulius Carlos Wawo dari Rumah Milenial Indonesia, Wawo menyampaikan bahwa setiap warga negara dijamin oleh hukum dari sumber hukum Indonesia yakni Pancasila, UUD 1945, hingga seluruh turunannya yang tercantum dalam Undang-undang, Perkap Polri, hingga Peraturan Pemerintah.

“Setiap warga negara termasuk kaum pelajar dan pemuda memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, dan siapapun yang menghalangi proses menyatakan pendapat di muka umum, dapat dihukum dengan pidana seperti yang diatur dalam UU No.9 tahun 1998,” tekan mantan pengurus GMKI Jakarta tersebut.

Peserta diskusi foto bersama dengan pemateri usai kegiatan.

Pada kesempatan diskusi juga disampaikan tentang keterlibatan pelajar dalam proses demonstrasi yang seringkali dituduh ditunggangi atau tidak mengerti persoalan, Miftahuddin selaku pembicara dari pihak GPII menyatakan bahwa peran pelajar dalam proses demokrasi layak diapresiasi karena mereka telah melek politik sejak usia dini.

“Seharusnya proses pendidikan politik seperti diskusi ini dilakukan parpol, namun kita tak bisa berharap banyak pada parpol, organisasi masyarakat lah yang harus menjemput bola untuk melakukan proses pendidikan politik hingga ke tingkat bawah,” ungkapnya.

Baca juga: Pesan Gubernur Anies Ketika Mengunjungi Markas GPII-PII

Selain itu, pembicara selanjutnya Taufan Ikhsan Tuarita Sekjend PB HMI turut menyampaikan agar proses pendidikan politik tidak berhenti sampai disini, melalui organisasi-organisasi pelajar dan pemuda pendidikan politik untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

Taufan menekankan agar pihak aparat taat kepada hukum yang mengatur tentang hak penyampaian pendapat di muka umum sehingga tidak terjadi lagi kekerasan terhadap para pemuda dan pelajar.

“Pemuda dan pelajar adalah masa depan bagi bangsa Indonesia, sudah selayaknya mereka yang melek politik difasilitasi bukan direpresi, diberikan pengetahuan akan hak-hak mereka dalam menyampaikan pendapat, karena di tahun-tahun mendatang, nasib rakyat Indonesia berada di tangan mereka,” pungkasnya. (Fn)

Artikel Terkait

Back to top button