Dunia Islam

KB PII Bekasi, Menghidupkan Kembali SIAM

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Studi Islam Awal Mula (SIAM) salah satu mata rantai  kegiatan PII yang cukup dikenal di era 80-90 an. SIAM merupakan salah satu program strategis untuk rekrutmen calon kader-kader PII di sekolah.

Kegiatan SIAM di era milenial nyaris tak terdengar, seiring semakin hilangnya eksistensi dan kegiatan PII di sekolah dan masyarakat.

Untuk menghidupkan kembali kegiatan SIAM, Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Bekasi mengadakan SIAM berlokasi di Sekolah Alam Prasasti, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawenang Kab Bekasi, Sabtu (23/2).

Komarudin Ibnu Mikam, pemilik sekolah Alam Prasasti mengatakan kegiatan SIAM ini tujuannya untuk melatih dan mendidik peserta menjadi pribadi muslim yang taat dan berakhlakul karimah.

Komarudin, Mantan ketua PD PII Bekasi tahun 90-an ini menyayangkan kegiatan yang menjadi syarat kader PII untuk mengikuti jenjang training tingkat Leadership Basic Training kini sudah jarang terdengar lagi.

“SIAM, BKK, Porpasdi dulu semarak dilaksanakan di sekolah maupun di kampung kampung untuk syarat mengikuti Basic Training PII, sehingga kader kader PII punya fondasi pemahaman agama dan leadership di tingkat dasar yang kuat,” ungkapnya.

Hamim Anshori, sekum PD PII Attaqwa 98-00 mengatakan kegiatan SIAM dan BKK sudah hampir tak terdengar.

“PII di era 98-00 kurang memperkenalkan kegiatan SIAM dan BKK yang dulu sempat menjadi kegiatan strategis dan menjadi ujung tombak rekrutmen kader PII di sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara tokoh senior PII Cikarang, Cecep Maskanul Hakim menilai pasca perubahan konsep kaderisasi dari produk pertemuan POIN di tahun 80 an, menuju konsep tadib kualitas kader PII menurun drastis.

‘Kader PII produk tadib terasa kurang ruhul jihadnya, kader PII sekarang kurang militan, wajar kalau eksistensi PII di daerah semakin hilang’ katanya.

Cecep Maskanul Hakim menegaskan, untuk mengembalikan spirit juang kader PII,  konsep kaderiasai harus memberi ruang secara proporsional antara leadership, intelektual, dan penanaman ideologisasi.

Tatang, mantan PB PII 04-06 mengatakan kegiatan PII harus kembali fokus ke sekolah, absennya kegiatan PII di sekolah membawa dampak hilangnya orientasi pembinaan pelajar di sekolah.

“Sehingga motto PII back to school, tandang ke gelanggan walau seorang mendapat medan dakwah yang jelas dan tujuan yang jelas,” ungkap guru di sekolah Persis.

Hadir dalam acara SIAM, Hans Muntahar, Raman, Hamim Anshori, Tatang, Rahmat Banu Widodo serta rohis SMAN 1 Babelan, Kab Bekasi.

Artikel Terkait

Back to top button