Banner IDwebhost
Jalan Pinggir

Solusi Konkret Pieter Tobias Pattiasina Bagi Pelaku Usaha di Masa Pandemi

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Semenjak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melanda Indonesia, banyak pihak merasakan dampaknya. Tak sedikit para pelaku usaha yang bangkrut dan gulung tikar. Meski masih ada yang tetap bertahan di masa-masa sulit ini.

Pieter Tobias Pattiasina, seorang pelaku usaha dan praktisi kesehatan mengungkapkan beberapa pandangannya terkait masa pandemi ini.

“Kita lihat perkembangan Covid-19 semakin hari semakin naik, kita berharap agar pemerintah khususnya yang ditugaskan menurunkan angka Covid-19 ini lebih bekerja keras lagi. Turun ke lapangan, apa benar yang meninggal itu disebabkan oleh Covid-19, atau karena penyakit dasar/penyakit bawaan,” ujar pria yang akrab disapa Kaka Tobi ini.

Menurut Kaka Tobi, sampai hari ini belum ada statistik orang meninggal yang ditengarai karena Covid-19. Hal ini dikritisinya dengan harapan pemerintah memiliki bisa membuat data statistik yang benar. “Supaya masyarakat paham akan siatuasi sebenarnya,” imbuhnya.

Sebagai pelaku usaha, Kaka Tobi mengakui sangat besar sekali dampak yang dirasakan. “Jika angka terdampak Covid-19 ini belum landai (grafiknya menurun), maka kami hanya bisa di rumah saja. Belum bisa menghasilkan secara maksimal,” katanya.

Baca juga: Gagasan Pembentukan Perbumma Adat Nusantara Akhirnya Terlaksana

Semenjak Corona ini terjadi menurut Kaka Tobi, usaha yang dilakukan tidak konvensional lagi. Semua dilakukan via online. “Kami berharap agar situasi ini cepat pulih kembali, agar pengusaha dapat bekerja secara maksimal.”

Tekait kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI dengan melaksanakan PSBB secara ketat, Kaka Tobi sangat mendukung.

“Sebagai pengusaha, kebijakan PSBB sangat berdampak sekali. Namun sebagai praktisi kesehatan, saya sangat mendukung hal ini. Karena ini solusi untuk mempercepat wabah ini agar cepat berlalu,” tegasnya.

Kaka Tobi yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Obat-obatan dan Kesehatan Laboratorium (Apokeslap) mempunyai perencanaan tersendiri untuk bisa bertahan dalam situasi sekarang.

“Sebagai pengusaha kami punya planning, untuk dapat bertahan hidup dalam kondisi saat ini, dengan cara penjualan secara online. Inilah satu-satunya cara bagi kami untuk bisa bertahan. Menjual produk-produk kami dalam bidang kesehatan, seperti hand sanitizer, disinfektan, dan lain-lain secara online,” jelasnya.

Baca juga: Berlakukan PSBB, Anies Diserang Buzzer

Terkait Perkumpulan Badan Usaha Milik Masyarakat (Perbumma) Adat Nusantara yang baru dibentuk dan kebetulan ikut bergabung di dalamnya, Kaka Tobi sangat optimis.

“Selaku Ketua Bidang Kesehatan di DPP Perbumma Adat Nusantara, kami sudah mempunyai perencanaan yang dahsyat sekali yakni mengembangkan usaha milik adat. Ini sangat konkret dan dibutuhkan bangsa ini,” ungkapnya.

Menurut pengamatannya, banyak sekali pengusaha-pengusaha yang datang dari luar dengan seenaknya mengambil hasil bumi untuk dibawa keluar. “Dengan adanya Perbumma ini sangat membantu, agar generasi kita ke depan bisa memanfaat potensi di wilayah masing-masing. Mendayagunakan dan memfungsikan aset-aset milik adat dengan produktif,” kata Kaka Tobi yang juga menjadi Pembina Ezy Pratama Foundation mengakhiri perbincangannya. (Megy-AMz)

Artikel Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker