Banner IDwebhost
Berita

Badan Buruh Pemuda Pancasila Lirik Potensi ABK Perikanan ke Luar Negeri untuk Atasi Pengangguran

Banner IDwebhost


Kanigoro.com – Derita panjang akibat wabah Covid-19 menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran tenaga kerja produktif yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di seluruh Indonesia.

Data KADIN mencatat sedikitnya 5 juta orang telah terkena PHK akibat krisis ekonomi.

Karena itu, guna mempercepat perluasan tenaga kerja, Ketua Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila (BBP3), Jamaludin Suryahadikusuma rajin menghadiri pertemuan-pertemuan yang memberikan informasi tentang peluang kerja keluar negeri khususnya di jabatan ABK sektor perikanan.

Demikian disampaikan Jamaludin ketika menghadiri Lokakarya Peran Manning Agency dan Perusahaan Swasta untuk Mendukung Migrasi Aman Bagi ABK Perikanan Indonesia di kegiatan Yayasan Plan International Indonesia di Pemalang, Kamis (21/10/2020).

“Kami datang dengan membawa agenda kesiapan tenaga kerja Pemuda Pancasila untuk mengisi posisi ABK, Engine Deck hingga posisi Kapten Kapal,” ujar Ketua BBP3 Jamaludin Suryahadikusmah diwawancari usai menghadiri kegiatan..

Menurut Jamal, penempatan pekerja migran ke luar negeri baik sektor darat (Land based) maupun laut (Sea Based) merupakan cara yang terbukti paling cepat atasi pengangguran.

“Satu PMI yang bekerja di luar negeri bisa kasih makan 5 orang plus mengirim devisa ke tanah air,” paparnya.

Jamal menambahkan, dalam banyak kunjungan kerja ke daerah dirinya sudah mendorong pengurus PP untuk membuka informasi kerja keluar negeri kepada masyarakat luas yang membutuhkannya.

Mantan Staf Khusus TKI Terancam Hukuman Mati Era Presiden SBY pada Lokakarya Yayasan Plan di Pemalang ini menginformasikan besarnya permintaan China akan ABK Perikanan Indonesia.

“Saya sudah mengunjungi beberapa provinsi di China dan berdialog dengan Principal Kapal Perikanan China di sana terkait permintaan ABK kita,” imbuhnya.

Karena itu ,lanjut Jamal, adalah tugas kita bersama baik para Manning Agency dan Serikat Pekerja Perikanan untuk mendorong percepatan MoU dengan pihak China.

“MoU ini merupakan keypoint bagi penempatan dan pelindungn PMI ke China. Tanpa MoU, kita tidak akan menempatkan PMI ke negeri Tirai Bambu,” pungkasnya.


Artikel Terkait