Banner IDwebhost
Berita

BPJAMSOSTEK Bogor Kota Dukung Pendampingan Pasien RTW

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Bogor Kota melakukan pendampingan kepada pesertanya yang sebelumnya mengalami kecelakaan kerja.

“Hal tersebut dilaksanakan sebagai implementasi manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), memastikan tenaga kerja dapat berkarya kembali. Jadi, bagi tenaga kerja yang mengalami JKK yang menyebabkan disabilitas bukanlah akhir dari segalanya,” ujar Kepala BPJamsostek Bogor Kota, Mias Muchtar, Selasa (22/9).

Mias Muchtar menambahkan, BPJamsostek sangat mengapresiasi atas komitmen badan usaha dalam mendukung program RTW (Return To Work), dan sebagai bentuk untuk menciptakan awareness serta eksistensi program RTW kepada masyarakat.

Baca juga:

“Program RTW adalah perluasan manfaat program JKK yang digagas BPJamsostek yang diwujudkan dalam bentuk pendampingan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja yang berakibat menjadi disabel sementara atau permanen maupun yang berpotensi menjadi disabel,” jelas Mias.

Mias menegaskan, program RTW ini dilakukan tanpa biaya apapun. “Semua biaya ditanggung BPJamsostek, mulai dari pengobatan, perawatan, hingga prothesa sampai peserta bisa kembali bekerja,” tegas Mias.

Menurut Mias, kecelakaan kerja bisa menyebabkan tenaga kerja sembuh tanpa cacat, sembuh kurang fungsi, sembuh cacat total atau mengalami resiko meninggal dunia dari situ promotiv dan preventiv. “BPJamsostek ada disini melalui program RTW,” ujarnya.

Mias menambahkan, inilah yang menjadi fungsi atau manfat program saat ini yang bisa dinikmati oleh tenaga kerja pada saat tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja. “Maka peran kita melakukan pendampingan yang dinamakan Case Manager atas tenaga kerja, atas perawatannya oleh PLKK (Pusat Layanan Kecelakaan Kerja), imbuh Mias.

Mias menyatakan, agar tenaga kerja tetap produktiv, maka BPJamsoatek melakukan promotivnya dengan memberikan alat bantu. Saat ini BPJamsostek bekerjasama dengan othocare sehingga tenaga kerja bisa mampu bekerja dengan pekerjaan yang semula mereka kerjakan atau pekerjaan lain yang tidak memberatkan tenaga kerja.

“Pendampingan ini juga untuk membangun psikis (mental-red). Percaya diri sebelum kembali bekerja penting dilakukan. Dengan demikian, para pekerja yang menjadi disabel karena kecelakaan kerja tetap bersemangat dan bekerja dengan optimal,” kata Mias.

“Akhirnya, akan timbul loyalitas pekerja kepada perusahaan bahwa perusahaan memperhatikan berdasarkan ketentuan Pemerintah, dimana risiko tenaga kerja mulai masuk sampai keluar atau habis masa tugasnya di perusahaan tersebut sudah dijamin melalui program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” tambah Mias.

Eddy Setyawan, Case Manager menyampaikan, hari ini, Selasa, 22 September 2020, ada 4 pendampingan pasien RTW, diantaranya :

  • 1 pasien mengalami amputasi pada ibu jari sampai dengan jari manis tangan kiri nya
  • 1 pasien mengalami amputasi pada jari telunjuk sampai dengan jari kelingking tangan kanan nya
  • 1 pasien amputasi jari telunjuk dan jari tengah tangan kqnan nya
  • 1 pasien pemendekan kaki hingga 7 cm pada kaki kirinya.

Okta Aulia Putri 20 tahun dari PT. Foresight Global, penerima manfaat JKK-RTW mengucapkan terima kasih banyak kepada BPJamsostek Bogor Kota yang telah memberikan fasilitas tangan palsu untuk mempermudah aktivitas pekerjaannya kembali. “Dengan adanya fasiltas ini saya tidak minder lagi,” kata Okta.

Sementara, Cahyo W, HRD perusahaan Asalta Mandiri Agung mengucapkan terima kasih kepada BPJamsostek Bogor Kota atas komitmennya untuk membantu karyawannya yang mengalami kecelakaan kerja di lingkungan kerja. “Alhamdulillah dengan adanya program RTW ini salah satu contoh adalah ada yang terkena mesin dan alhamdulillah diberikan ganti dalam arti santunan JKK sudah selesai dan menganti anatomi yang hilang dan berfungsi kembali dengan baik. Karyawan tersebut sudah bekerja kembali seperti biasa,” kata Cahyo.

Cahyo pun berharap setelah para karyawan yang sudah diberikan penggantian anaqtomi tetap ada pendampingan psikoligisnya. “Harapan kami BPJamsostek semakin peduli dengan teman-temen yang kurang beruntung ini,” pungkas Cahyo seraya berharap. (Azw)

Artikel Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker