Jalan Pinggir

Di Belakang Keberhasilan Andrea Dovizioso Menangi MotoGP Qatar 2018, Ada Peran Orang Kebumen. Siapa Dia?

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Di belakang keberhasilan seseorang, pasti ada dukungan tim berisi orang-orang hebat yang berhasil dan menguasai bidangnya. Prinsip yang diyakini banyak orang ini menjadikan keberhasilan seseorang menjadi pemicu rasa ingin tahu publik terhadap peran orang-orang di belakang layar pendukung keberhasilan tersebut.

Seperti keberhasilan pembalap Ducati Andrea Dovioso memenangi MotoGP Qatar, Ahad (18/3) lalu, diakui atau tidak juga memancing keingintahuan publik, siapa saja yang ikut berperan di belakangnya. Meski memulai balapan dari posisi ke-5, Dovi berhasil mempecundangi pemegang pole Johann Zarco dan juara dunia 2017 Marc Marquez yang start dari posisi ke-2. Karakter Sirkuit Internasional Losail memang dinilai cocok dengan motor Ducati sehingga Dovi tetap difavoritkan. Tapi tentu masih ada faktor lain yang bisa mempengaruhi jalannya balaban. .

Melalui media sosial facebook, sedikit informasi mulai terkuak. Sebuah akun atas nama Nathania Mugiyono mengunggah foto dan video yang menggambarkan beberapa momen persiapan MotoGP Qatar yang kemudian sempat viral. Dalam video tampak Mugi tengah mengutak-atik helm yang akan dipakai Dovi membalap. Kok bisa?

Mugiyono, pemuda kelahiran Kebumen, 24 Juni 1983, sejak tahun 2010 memang menekuni service helm balap dengan bekerja di bagian engineering P.T. Tarakusuma Indah, produsen helm merk KYT. Pada tahun 2014, perusahaaan ini mengakuisisi merek helm asal Italia, Suomy. Helm inilah yang digunakan Andrea Doviozoso dalam MotoGP 2018.

Menjelang pelaksanaan MotoGP Qatar, helm Suomy SR Sport yang dipakai Andrea Dovizioso, memerlukan perbaikan. Pihak KYT Indonesia pun mengirim dua orang teknisinya ke Sirkuit Losail untuk men-setting helm Dovi. Salah satunya adalah Mugiyono yang punya akun facebook Nathania Mugiyono. Melalui akun tersebut, putra ke-5 dari 8 bersaudara ini mengunggah foto dan video aktivitasnya yang kemudian menjadi viral, karena menyebut asal daerahnya, Kebumen.

Sayangnya saat Kanigoro.com mencoba menghubungi, Mugi tak bersedia menjelaskan lebih detail asal desa dan kecamatannya. Demikian juga dengan tempatnya menempuh pendidikan, karena bagi Mugi itu merupakan privasinya. Walau mungkin masyarakat desanya atau teman satu alumninya akan ikut bangga dengan kiprah Mugi.

Kepada Kanigoro.com Mugi menjelaskan bagaimana kenyamanan helm yang dipakai juga bisa mempengaruhi performa pembalap.

“Kenyamanan helm itu sangat ditentukan oleh ukurannya yang mencakup dua hal, yaitu crwon padding atau busa untuk kepala dan cheek pading atau busa untuk pipi,” jelasnya.

Dengan nyamannya helm yang dikenakan, terbukti membantu Andrea Dovizioso membawa Ducati melaju cepat hingga tak terkejar pembalap lainnya.

“Saya berharap semoga ada putra Kebumen khususnya dan Indonesia pada umumnya, bisa ikut balapan di Moto3, Moto2 dan MotoGP,” harap Mugi yang tengah bersiap berangkat ke Thailand, guna menyiapkan helm bagi beberapa pembalap yang akan mengikuti Word Superbike, 23 s.d 25 Maret 2018 di Sirkuit Internasional Chang.

Artikel Terkait

Back to top button