Banner IDwebhost
Berita

Anggota MPR Willy Aditya: Pancasila Harus Jadi Suara Publik

Banner IDwebhost



Kanigoro.com – Anggota Badan Legislasi MPR RI yang juga anggota Komisi 1 DPR RI, Willy Aditya menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jakarta Selatan pada Rabu (21/10/2020).

Acara ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Pamulang (UNPAM) dan perguruan tinggi lainnya.

Kegiatan terselenggara atas kerjasama MPR RI dengan lembaga Komunitas Pegiat Anti Korupsi (KOMPAK), UMJ.

Pembina KOMPAK, Dr. Rika Sa’diyyah, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memahami Pancasila bagi mahasiswa dan civitas akademika UMJ.

“Kami berharap seluruh civitas UMJ memiliki komitmen yang lebih mantap dalam meyakini NKRI yang berdasar pada Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara yang merdeka. Untuk itu, saat ini kemerdekaan harus dirawat dengan mengisi melalui berbagai gerakan untuk menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Pada penyampaian materi utama, Willy Aditya memaparkan bahwa saat ini tantangan terhadap ideologi Pancasila terus dihadapi bangsa Indonesia.

Dalam masa Pandemi Covid 19 pun, tantangan yang demikian ini terus bergulir. Keraguan terhadap kebijakan pemerintah dan anggapan bahwa pemerintah lebih mengutamakan kepentingan pengusaha adalah bentuk terkininya.

Menghadapi tantangan zaman, Pancasila menuntut masyarakat untuk terus menggali lebih dalam tradisi yang dimilikinya. Sebagai ideologi yang hidup maka setiap zaman akan memperlihatkan praktik Pancasila sesuai zamannya.

“Pancasila sebagai ideologi negara dan pedoman kebangsaan perlu diimpelentasikan di kehidupan sehari-hari.
Kemudian penanamannya membutuhkan metode kekinian supaya mudah diterima semua khalayak,” tambah dia.

Menurutnya, Pancasila saat ini makin menghadapi tantangan untuk dapat di kontekskan dengan perkembangan sosial masyarakat.

Sarjana Filsafat UGM ini menekankan pentingnya menginternalisasi Pancasila kepada semua warga bangsa dengan cara-cara yang kreatif dan komunikatif.

“Pancasila harus menjadi suara publik yang kemudian diangkat menjadi kebijakan oleh negara,” katanya.

Willy menyampaikan, ada tanggungjawab moral besar baginya sebagai anggota MPR yang telah difsilitasi negara untuk membangun kembali keeratan warga.

Dari keeratan inilah, menurutnya, akan terbangun narasi-narasi besar kebangsaan. Karena itu menurutnya sosialisasi empat pilar kebangsaan harus dilakukan dengan cara-cara yang lebih membumi.

“Sosialisasi pilar kebangsaan harus dengan metode kekinian yang jauh lebih dapat diterima warga. Konten bisa disampaikan dan diterima dengan baik jika metode yang digunakanpun sesuai. Inilah alasan mengapa saat ini saya memilih metode bercerita melalui berbagai media, tulis, video, audio. Warga punya narasi dari kesehariannya tentang Pancasila, kita fasilitasi itu,” jelasnya.

Willy memiliki harapan yang besar agar adik-adik mahasiswa yang hadir dalam acara sosialisasi ini dapat bersama-sama memiliki kemauan untuk menghayati dan mengamalkan serta selanjutnya menyebarkan kepada keluarga juga lingkungan masing-masing.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat dan memperdalam pemahaman kita sebagai bangsa, bahwa betapa pentingnya nilai-nilai yang terkandung di dalam empat pilar tersebut, sehingga harus lebih dipahami dan diimplementasikan secara baik dan benar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang akhirnya terbentuk karakter kepribadian yang luhur serta memiliki kekuatan dan wawasan kebangsaan yang utuh,” ujarnya.

MPR RI terus melakukan sosialisasi untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat terhadap ideologi bangsa sehingga bisa terus diamalkan secara nyata dan menjadi pegangan teguh masyarakat Indonesia seutuhnya. (H)

Artikel Terkait