Berita

JHT Dominasi Pembayaran Klaim di BPJAMSOSTEK Batam

Kanigoro.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Batam Nagoya mengungkapkan, hingga Juli 2020 telah melakukan pembayaran klaim senilai Rp214,9 Miliar. Pembayaran klaim tersebut dari 20.391 kasus klaim dengan rincian nominal sebesar Rp199 Miliar untuk 16.549 kasus Jaminan Hari Tua (JHT), selanjutnya Rp16,2 Miliar untuk pembayaran sebanyak 3,697 kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Kepala Kantor BPJamsostek Batam Nagoya, Surya Rizal mengatakan, pada bulan Juni 2020 total klaim yang telah di bayarkan sebanyak 3.329 kasus dengan nominal sebesar Rp35,4 Miliar, namun pada bulan Juli jumlah tersebut meningkat menjadi 4.200 kasus dengan nominal pembayaran sebesar Rp38,4 Miliar.

“Kenaikan jumlah tersebut dikarenakan adanya gelombang PHK perusahaan dan dampak dari pandemik Covid-19 yang terjadi pada periode April hingga Mei 2020 khususnya di wilayah kota Batam,” kata Surya Rizal, Kamis (30/7/2020).

Menurutnya, walaupun jumlah klaim yang dibayarkan meningkat, BPJamsostek Batam Nagoya dapat memproses dengan lancar karena berkat peserta membaca dan mematuhi informasi dan protocol layanan dari media komunikasi yang tersedia, sehingga peserta melengkapi persyaratan klaim dengan lengkap dan benar sesuai dengan informasi yang tersedia tersebut.

“Untuk kasus klaim Jaminan Hari Tua (JHT), pada bulan Juni terdapat 2.801 kasus dan mengalami peningkatan menjadi 3.368 kasus pada bulan Juli. Selanjutnya untuk Jaminan Pensiun (JP) dari jumlah sebelumnya 196 kasus meningkat menjadi 218 kasus, begitu juga pada kasus klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang sebelumnya berjumlah 321 kasus bertambah menjadi 586 kasus di bulan berikutnya. Sedangkan pada kasus Jaminan Kematian (JKM), terjadi kenaikan yang signifikan, dari sebelumnya berjumlah 11 kasus klaim, meningkat menjadi 28 kasus, atau lebih dari 100 persen,” ujar Surya.

Surya menambahkan, untuk kasus Jaminan Kematian (JKm) ada 112 kasus dengan pembayaran nominal mencapai Rp4,2 Miliar dan terakhir Rp1,1 Miliar untuk pembayaran 1.393 kasus Jaminan Pensiun (JP).

Menyikapi peningkatan jumlah klaim tersebut, Surya menghimbau kepada para tenaga kerja untuk dapat mengikuti Program Vokasi yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberi pelatihan dan menambah keterampilan para tenaga kerja yang mengalami PHK.

“Pekerja yang ter-PHK atau sedang menganggur akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan yang ingin dikembangkan atau telah dimiliki. Diharapkan, hal itu dapat membuka peluang bagi mereka untuk dapat kembali bekerja pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa ahli,” imbuh Surya.

Menurut Surya, Program Vokasi ini merupakan program pemerintah yang diamanahkan kepada BPJamsostek sebagai solusi bagi pekerja yang tidak beraktivitas lagi baik karena PHK, putus kontrak atau hal lain namun sudah terdaftar sebelumnya pada program BPJS Ketenagakerjaan.

“Selain itu, hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BPJAMSOSTEK kepada para pekerja ditengah Pandemic COVID-19 yang menyebabkan mereka kehilangan pekerjaannya akibat PHK,” pungkas Surya (Azw).

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker