Jalan Pinggir

Pertanggungjawaban Seorang Pemimpin

Oleh: Ahmad Saupi

Nabi Muhammad Saw bersabda: “tiap-tiap kamu adalah pemimpin, dan tiap-tiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban.” Dalam pemahaman saya, setiap orang adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban, baik pertanggungjawaban di dunia maupun di akhirat.

Kalau kita perhatikan sejarah para pemimpin yang hadir di dunia ini, dari awal sekali nabi Adam, nabi Nuh a.s, nabi Ibrahim a.s, nabi Musa a.s, Nabi Isa a.s, nabi Muhammad Saw., Socrates, Konfusius, Sidharta Gautama, dan sebagainya hadir sebagai pemimpin yang menyeru umat manusia kepada suatu tatanan kehidupan yang lebih baik.

Pada prosesnya semua pemimpin tersebut memiliki kesamaan, yaitu menegasikan keinginan pribadi dan mengafirmasi kepentingan bersama agar kehidupan manusia terhindar dari kerusakan dan menuju kepada kehidupan yang baik.

Dari mereka, kita belajar bahwa seorang pemimpin dituntut untuk bersih moral nya dan cemerlang ilmunya.

Bersih moralnya sehingga ia dekat sekali dirinya kepada Tuhan dan besar sekali cintanya kepada semua manusia. Setiap detik ia selalu mengoreksi dirinya dan bertanya apakah yang ia lakukan adalah benar, pantas atau tidak, setiap detik dirinya selalu merasa lemah dihadapan Pencipta. Setiap detik dirinya selalu diliputi besar cintanya kepada manusia, besar harapannya agar manusia terhindar dari kerusakan, sangat berharap dirinya agar manusia mendapat keselamatan. Di hadapan manusia, tegar dan kuat dirinya, namun dalam hati kesedihan yang amat besar dirinya oleh keinginan agar manusia selamat dan ketakutannya atas pertanggungjawaban kepada Tuhan atas apa yang ia lakukan.

Cemerlang ilmunya sehingga ia dapat bergaul kepada semua manusia. Sehingga bijak tutur katanya. Senang semua orang atas sikap-sikap yang ia tunjukan. Ia dapat tegas, santai dan ceria pembawaannya menyesuaikan lawan bicaranya. Hanyut orang-orang kalau bergaul dengannya. Berwibawa, hormat dan menaruh cinta orang-orang yang bergaul kepadanya. Dapat menyeimbangi kehidupan rumah tangga kepada istri dan anak, kepada teman-teman/ sahabat, kepada orang lain dan kepada musuh jua pun. Pandai bicaranya dan adil perlakuannya. Setiap detik pikirannya selalu tercerahkan oleh wawasan-wawasan yang masuk ke dalam pikirannya.

Pesan-pesan saya kepada generasi saat ini, agar tidak menjadikan uang sebagai pemimpin, agar tidak menjadikan jabatan, kekuasaan dan harta seperti mobil, rumah sebagai pemimpin. Pemimpin bagi diri anda adalah anda sendiri. Pertanggungjawaban atas apa yang anda lakukan ya anda sendiri yang bertanggungjawab. Anak dan istri anda adalah contoh nyata orang-orang yang anda pimpin, tidak perlu jauh memimpin orang lain.

Anak dan istri anda sendiri sudah merupakan pertanggungjawaban yang berat. Memimpin diri sendiri sudah sangat berat, ditambah memimpin anak dan istri pasti sangat berat. Lalu anda memimpin orang lain pada suatu tim, atau organisasi, atau jabatan, itu sudah sangat berat. Baik saja pun tidak cukup.

Dua saran saya, pertama, lihat dulu integritas/ moral anda, apakah sudah pada niat yang benar. Kedua, ataukah sudah dengan cara atau harta yang benar/ yang halal. Selain itu, anda pasti diuji oleh kelakuan orang-orang yang anda pimpin, dapat saja karena mereka anda menjadi lupa pada integritas/ moral anda, dapat saja karena mereka anda menjadi lupa atas cara atau harta harta yang benar/ halal. Bisa juga karena atasan anda, anda menyalahi moral dan niat anda yang sudah benar, cara anda yang sudah halal/ lurus.

Anda adalah pemimpin bagi diri anda sendiri, satu kata yang keluar dari mulut anda, dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Anda menyandang segala apapun dari yang anda lakukan.

Karena sekarang ini, sebuah zaman yang mudah sekali setiap orang berkeinginan untuk menjadi pemimpin, seperti keinginan untuk mendapatkan jabatan pekerjaan, jabatan pada suatu organisasi dan jabatan di pemerintahan. Hati nya terlalu mudah ingin menggapai suatu jabatan pimpinan tanpa disertai rasa kehati-hatian, kesiapan kemampuan, kepantasan diri, koreksi atas kesalahan-kesalahan. (Fn)

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker