Berita

Menyusuri Pulau Jawa, Merebut Pemilih Mayoritas

Diskusi Politik KBPII Pusat

Kanigoro.com – Diskusi Publik yang diselenggarakan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) bertajuk Menyusuri Pulau Jawa dan Merebut Suara Pilpres Jawa di kantor KBPII Petogogan Kebayoran Baru, Kamis (14-2/19) malam berlangsung hangat. Nara sumber Dr Djayadi Hanan, peneliti perilaku pemilih Pilpres dan Direktur SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting), Nasrullah Larada, M.Si (Ketum KBPII), dan Mustofa W Hasyim (budayawan) mengemukakan kemungkinan dan kejutan yang bakal terjadi di Pilpres April nanti. Ketiganya senada dalam pendapat bahwa dua capres sekarang berada pada posisi seimbang. Diperlukan terobosan politik yang cerdas dalam kampanye sambil menjaga kematangan politik agar tidak jatuh pada blunder politik. Situasinya masih mendebarkan.

Menurut budayawan Mustofa W Hasyim dari Yogyakarta, orang Jawa punya karakter unik. Hidupnya mendambakan keselamatan dan kesejahteraan. Oleh karena itu pemimpin yang berkarakter sebagai pelindung (protector) dan penyelamat yang akan mereka pilih. Ini terbukti pada banyak Pilkada.

Selain itu orang Jawa punya cita cita ideal, pemimpin harus merupakan personifikasi nilai-nilai Pancasila. Tanpa menyebut nama, Mustofa Hasyim mengatakan pemimpin yang berkualitas sebagai personifikasi nilai Pancasila yang dapat mengantarkan rakyat Indonesia sebagaimana digariskan pada sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mengomentari pendapat Djayadi yang mengatakan Jokowi masih kuat karena punya masalah fundamental berupa kinerja pemerintah dan ekonomi yang solid, diperlukan upaya keras tim Prabowo untuk membuktikan secara riil sebaliknya. Jadi pertarungan sekarang adalah pertarungan persepsi yang dikemas jadi issue politik.

“Sisa waktu kampanye masih sangat memungkinkan kedua belah calon saling bertukar keunggulan di survey,” kata Djayadi.

Masalahnya menurut Djayadi, tinggal bagaimana infrastruktur relawan. “Apakah pihak Prabowo sanggup door to door mematangkan pemenangannya dari pihak petahana yang sudah dengan berbagai cara menutupi kekalahannya di tiap daerah dari pihak 02,” ucap Djayadi Hanan menutup diskusinya.

Moderator Aris Munandar (Sekjen Relawan Kurma) dalam penutupnya menuturkan bahwa kunci masyakarat Indonesia daya ingatnya maksimal 3 jam. Detik ini mereka bisa saja memilih 02, satu jam berikutnya bisa jadi pilihannya ada di 01, katanya.

Tags

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker