Jalan Pinggir

Tabligh Akbar Radikal Ustadz Abdul Somad di Semarang

Senin (30/7/2018) ustadz Abdul Somad memberikan ceramah di Ausitorium Unissula Semarang dengan tema: Islam Rahmatan Lil ‘alamin antara Mulkulturalisme, Keislaman dan Keindonesiaan. Berikut catatan Prof Suteki yang mengikuti kegiatan tersebut. Prof Suteki memberi judul Ceramah Radikal (Ramah Terdidik Berakal):

Pada awal ceramah, Ustadz Abdul Somad mengajak untuk
bersyukur kepada Alloh dengan membaca “Alhamdulillahirabbil’alamiin”
Bersholawat dengan membaca: Allohumasholi’ala Muhammad wa’ala alaihi wasaliim”

Ustadz menyapa juga jamaah dengan pantun:

“Jamaah haji pergi ke Mekkah
Tidak lupa membawa kembang
Sudah lama tidak ceramah
Disambut meriah di Kota Semarang”

Ustadz Shomad kemudian menguraikan tema tabligh per frase:

A. Multikulturalisme
Madinah sebagai model masyarakat multikulturalisme.

1. Di Madinah ada banyak jenis bangsa. Arab dan non Arab. Salman Al Farisi dari Persia. Bilal dari Nubia Afrika Utara dll.

2. Bekerja di tempat orang non muslim tidak masalah. Halal selama tidak terkait dengan ritual ibadahnya. Ali bin Abi Thalib pun pernah bekerja di tempat orang kafir.

3. Ide perang Khandaq juga ditiru dari strategi perang non muslim. Hal ini tidak apa-apa karena tidak menyentuh aspek ibadah.

4. Nabi tidak melarang bertetangga dengan agama lain. Hidup bertetangga harus rukun dan melindungi. Kita boleh mengajak ke jalan Allah dengan santun, cara yamg baik. Soal hidayah itu urusan Alloh.

5. Nabi datang ke undangan kaum Khaibar (orang kafir) padahal mau diracun. Sahabat mati, nabi selamat karena perintah Alloh untuk memuntahkan makanan itu.

6. Nabi Muhammad juga mengirimkan surat kepada pemimpin Mesir Raja Al-Muqawqis melalui perantara salah seorang sahabatnya, Hatsib bin Abu Balta’ah. Pada kesempatan tersebut Nabi SAW pun mengutus seorang budak yang telah dimerdekakan dan menjadi anak angkat sahabat Abu Raha Al-Ghifari, yang bernama Jira untuk menemani Hatsib. Keduanya lalu menemui Muqauqis di balai istana di Iskandaria.

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi SAW, dia membalas surat baginda dan memberi kepada baginda dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua budak belia bernama Mariah binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi SAW dan menjadi isteri beliau, darinya Rasulullah S.A.W mendapat seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama moyang beliau Nabi Ibrahim a.s. Dan hamba kedua adiknya sendiri yaitu Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah. Hadiah kedua pula berupa kuda untuk tunggangan baginda.

7. Menggunakan alat-alat, kendaraan, perekam dari non muslim tidak masalah, bangunan ibadah (yang dibangun tanpa maksud tertentu). Tidak haram. Masjid yang dibangun hadiah dari non muslim. Di Medan ada Masjid yang dibangun oleh seorang non muslim. Namanya Tjong A Fie.

Tjong memiliki karyawan ribuan orang. Seiring berjalannya waktu, Tjong A Fie menjadi pemimpin orang China di Medan pada 1890. Di masanya, berbagai pembangunan ditorehkan di Medan. Dari membangun masjid, gereja, hingga fasilitas umum. Oleh Belanda, Tjong A Fie diangkat sebagai penghubung antara pemerintah Belanda dan masyarakat China di Medan.

8. Nabi menerima tamu dari Yaman (Najran, Kristen) ke Madinah bertanya kepada nabi soal Isa. Siapa Isa itu? Dialog dilakukan dan diutamakan. Diriwayatkan, bahwa kedatangan mereka ke kota Madinah itu dengan berkendaraan. Mereka lalu masuk ke masjid Nabi SAW dan masing-masing dengan memakai pakaian negeri Yaman yang indah, memakai jubah dan ridak (selendang) dari sutera, serta memakai cincin emas di tangan mereka. Kemudian mereka mengerjakan shalat di dalam masjid. Ketika itu ada di antara shahabat Nabi SAW yang berkata, “Kami belum pernah melihat rombongan yang seperti mereka itu”. Lalu Nabi SAW bersabda, “Biarkanlah mereka itu mengerjakan shalat cara mereka”. Dan mereka itu shalat menghadap ke arah timur. Sehabis shalat, mereka menghadap kepada Nabi SAW.

Diriwayatkan, setelah mereka berhadapan dengan Nabi SAW, lalu pendeta mereka berbicara dan bertanya-jawab dengan Nabi SAW tentang soal ketuhanan Nabi ‘Isa, atau Nabi ‘Isa dianggap putera Tuhan, atau tentang tiga Tuhan. Mereka mengemukakan alasan-alasan guna menguatkan kepercayaan mereka kepada tiga Tuhan, tetapi satu demi satu, alasan mereka dijawab oleh Nabi SAW dengan jelas. Karena Nabi SAW di kala itu diberi wahyu oleh Allah yang mengandung beberapa puluh ayat (ada ulama tarikh yang berpendapat dari ayat 1 s/d 80 surat Ali Imran diturunkan berkenaan dengan kaum Nashrani Najran tersebut).

Saudaraku, Musuh kita sesungguhnya bukanlah persoalan SARA. Musuh kita adalah kemiskinan, ketidakadilan, keterbelakangan, money politic, kebodohan, fanatisme buta. Kita mesti saling menghargai dan tidak menganggap orang lain tertutup karena keyakinannya. Meneriakkan Allohu Akbar itu cara umat Islam. Umat Islam Cinta NKRI pasti namun meneriakan takbir tidak dilarang.

B. Keislaman
Multi suku tapi kita dibangun dengan la ilahaillalloh. Ini yang menyatukan. Sesungguhnya aku ciptakan laki-laki dan perempuan (menikah) supaya keluar suku-suku diantara kalian. Jenis kulit manusia Sam, Ham, Yafith.

Tidak usah dipermasalahkan warna kulit, karena kita dalam keislaman. Bilal kulit hitam sudah terdengar terompahnya oleh nabi di surga. Orang akan bersama yang dicintai. Suku juga tidak perlu dipermasalahkan. Masalah utama kita justru keislaman. Masyarakat plural, ada NU Muhammadiyah, Persis dll. Perbedaan ini hanya caranya saja yang beda tapi tujuannya sama. Yang tidak sampai tujuan adalah yang tidak ada usaha untukberjalan.

Joke:
“Jangan mudah tersinggung bila dengarkan ceramah Ustadz Shomad karena pernah ada yang tersinggung setelah 2 hari meninggal”. Hahahaha..

Saudaraku, semua orang yang beramal soleh dan beriman akan masuk surga bukan persoalan seragam. Semua seragam akan ditinggal. Oleh karena itu yang penting Keislaman harus dijaga.

C. Keindonesiaan
Apa itu arti Indonesia? Indo itu Hindu atau Hindia dan nesia artinya pulau. Indonesia berarti Pulau-pulau yang ada di balik Hindia. Kita berbangsa, bertanah air dan berbahasa satu Indonesia. Adat. Boleh macam-macam suku bangsa tetapi harus tetap menjaga keindonesiaan sehingga juga tahu jati dirinya.

4. Rahmatan Lil ‘Alamin
Rahmatan lil ‘alamin. Wamaarsalnaka illa rahmatan lil ‘alamiin. Ukhuwah bashariyah, ukhuwah wathoniah, ukhuwah khulqiah, sama-sama makhluk Alloh. Menjaga alam semesta sudah diajarkan oleh rasulullah. Menebang pohon tanpa tujuan dilarang. Meski mau mati bila di tanganmu ada biji kurma, tanamlah. Nanti akan bermanfaat untuk orang lain sehingga jadi amal jariyahmu. Kita diperintahkan bercocok tanam untuk generasi selanjutnya. Semutpun tidak boleh dibunuh dengan api, hanya Alloh yang berhak. Tidak boleh membunuh dengan cara menyiksa. Bunuhlah 2 yang hitam ketika sholat. Ular dan kalajengking. Semua yang melata dan burung yang terbang semua mahluk Alloh. Tidak boleh diganggu bila tidak mengganggu. Di akherat nanti semua binatang menjadi tanah. Orang kafir pun iri mengapa dulu tidak menjadi hewan saja?

Diceritakan oleh Ustadz tentang bagaimana dalam keadaan tertentu kita pun wajib mengasihi binatang, meskipun binatang itu anjing. Dikisahkan seorang wanita tuna susila yang masuk surga karena memberi minum anjing kehausan dengan sepatu bau jelek dan busuk. Orangnya WTS, binatangnya ANJING, wadah yg dipakai SEPATU JELEK DAN BUSUK. Semuanya BURUK..tetapi saat itu justru Alloh memuliakannya.

Catatan:
Melalui tabligh ini Ustadz Shomad bertekad MENJADI USTADZ HINGGA MATI. Jadi tidak mau di CAWAPRES-kan. Itu jawaban pastinya. Jadi semua wartawan diharapkan tidak berspekulasi lagi. Beliau berprinsip: takut tidak bisa menyuarakan kebenaran bila “mulutnya telah terisi penuh air”.

“MULUT YANG PENUH TERISI AIR AKAN BUNGKAM”

Wallohu a’lam bishowab..

Tags

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker