Berita

Mantan Ketua Aspermigas, Gugat Rekan Bisnis Dalam Kasus Jual Beli Saham Tahun 2009, Senilai 3 Juta Dollar AS

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Jual beli saham senilai US$ 3.000.000 (tiga juta dollar Amerika Serikat) antara PT Asia Raya Nusa Energi dan PT Pertalahan Arne Batara Natuna yang terjadi pada tahun 2009, sampai saat ini ternyata belum tuntas pembayarannya. Buntutnya PT Asia Raya Nusa Energi melalui CEO-nya Effendi Siradjuddin yang juga merupakan Dewan Penasehat Asosiasi Perusahaan Migas Indonesia (Aspermigas) telah menunjuk Advokat Razi Mahfudzi, SH sebagai pengacara untuk mengambil tindakan hukum. Gugatan perdata sudah diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada bulan November 2020 lalu dengan nomor Perkara 604/Pdt.G/JKT.UTR.

“Saat ini sudah proses mediasi kedua dan dijadwalkan mediasi ketiga pada 22 Desember 2020. Kami berharap agar pada proses mediasi ketiga ditemukan penyelesaian yang win-win bagi kedua belah pihak,” jelas Razi Mahfudzi di Jakarta, Sabtu (19/12).

Menurut Razi pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan pengacara TA dari PT Pertalahan Arne Batara Natuna, selaku tergugat.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Pengacara TA sebagai tergugat. Pada intinya dari TA secara lisan sudah sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini di luar Pengadilan,” ungkap Razi.

Baca juga: BP2SS Resmi Gugat Hasil Pemilukada Oku

Namun jika mediasi gagal, maka pihaknya akan tetap melanjutkan gugatan.

“Jika mediasi gagal kami akan tetap melanjutkan gugatan ke pokok perkara. Sebagai lawyer pada intinya kami akan terus mengawal kasus ini agar klien kami mendapatkan apa yang sudah menjadi haknya,” tegas Razi.

Gugatan perdata dilakukan karena Effendi Siradjuddin selaku penjual saham dan CEO PT Asia Raya Nusa Energi sampai dengan hari ini belum menerima pembayaran atas pembelian saham tersebut secara penuh oleh Sdr. TA yang merupakan pembeli.

“Menurut catatan keuangan masih terdapat tunggakan sebesar US$ 732.767.17 (tujuh ratus tiga puluh dua ribu tujuh ratus enam puluh tujuh,tujuh belas dollar AS) atau setara dengan kurang lebih 10 miliar rupiah, mengacu kurs dollar per Desember 2020,” beber Razi.

Baca juga: BPSK Alternatif Murah dan Cepat dalam Penyelesaian Sengketa Konsumen

Effendi Siradjuddin yang juga merupakan mantan ketua Asosiasi Perusahaan Migas Indonesia (Aspermigas) sangat menyayangkan hal ini. Karena sudah bertahun-tahun lamanya penyelesaian pembayaran atas pengalihan saham ini tidak kunjung selesai. Razi Mahfudzi, S.H selaku pengacara yang ditunjuk Effendi Siradjuddin telah melakukan beberapa upaya hukum untuk kliennya.

Upaya tersebut antara lain dengan mengirim undangan klarifikasi dan somasi kepada Sdr. TA, namun tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan.

“Padahal kami mengirimkan langsung ke kantor dan rumahnya dengan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” imbuh Razi.

Menurut Razi, kliennya sebenarnya menghendaki untuk memaksimalkan upaya musyawarah mufakat.

“Karena saudara TA ini sesungguhnya masih merupakan partner bisnis dari klien kami di Industri Oil dan Gas,” tutur Razi.

Dalam penilaian Razi Mahfudzi, secara kemampuan finansial TA sangat capable untuk menyelesaikan kewajibannya. Karena TA merupakan pebisnis yang sudah malang melintang di Industri Oil dan Gas.

“Setelah tidak adanya itikad baik dari saudara TA untuk menyelesaikan kewajibannya, baru pada November 2020 kami kemudian mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara,” jelas Razi terkait kronologi gugatannya. (MG-AMz)

Back to top button