Banner IDwebhost
Dunia IslamFeatured

PB PII Minta Pedagang Jajanan Sekolah Diprioritaskan dalam Jaring Pengaman Sosial

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) mengusulkan agar para pedagang yang biasa mangkal sekolah-sekolah menjadi warga yang diprioritaskan mendapat bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS).

“Mereka merupakan pedagang yang terdampak adanya wabah Covid-19. Mereka tak biasa lagi berjualan, karena sekolah libur, ” Ujar Husin Tasrik Makruf Nasution Ketua Umum PB PII, Senin (20/54) di Jakarta.

Menurut Husin, banyak para pedagang terdampak Covid-19 di banyak kabupaten kota yang meliburkan sekolah tidak bisa mengakses program bantuan karena terhambat administrasi kependudukan.

”Selama belum dimulai sekolah. Keluarga mereka tentu akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Mereka ini perlu perhatian. Jangan diterlantarkan,” tegasnya.

“Usul kami agar pemerintah pusat dan daerah memperhatikan kelompok ini. Proses pendataan calon penerima manfaat juga agar tidak hanya mengandalkan struktur administrasi pemerintahan. Seperti RT/RW dan Perangkat desa. Hemat kami harusnya melibatkan asosiasi profesi, organisasi dan paguyuban masyarakat dan komunitas. Mengingat situasi dan kondisi semua wilayah tidak sama,” jelasnya.

Menurut data Kemendikbud RI, sebanyak 18.000 Sekolah se-Jabodetabek tidak beroperasi seperti biasa atau menerapkan metode belajar dari Rumah.


Masing-masing terdiri dari 10.528 sekolah Dasar, 4. 631 sekolah menengah pertama, 1.734 sekolah menengah atas dan 1.791 sekolah menengah kejuruan.

Data tersebut belum termasuk data sekolah di bawah Kemterian Agama dan jumlah Kampus.

Oleh karena itu, Husin menegaskan agar pemerintah juga jeli dengan kelompok rentan lainnya yang harus dilindungi.

“Jangan sampai memicu keresahan dan kecemburuan di masyarakat. Karena penerima salah-sasaran. Masyarakat yang frustrasi dan merasa tidak dilindungi bisa memicu chaos, tentu hal ini jangan sampai terjadi, ” paparnya. (Guns/Fn)

Artikel Terkait