Banner IDwebhost
Artikel

Muslim Uighur Disiksa, Aku Diam Saja

Genocida di depan mata kita

Banner IDwebhost

Oleh Abdul Rasyid (Sabang Merauke Institute)

Uihgur adalah minoritas etnik Turki yang hidup di Xinjiang bagian Utara China dan beragama Islam yang dulunya adalah sebuah negara berdaulat Republik Turkistan Timur sampai menjadi bagian dari Cina tahun 1949.

Hari ini mereka menderita tekanan fisik dan mental, Pemerintah China telah mengasingkan 1 juta lebih Bangsa Uighur ke camp-campre-edukasi, mereka dipaksa untuk mencela Agama Islam, mereka tidak boleh menggunakan pakaian, bahasa, dan budaya mereka.

Mereka dilarang menggunakan kata-kata Islami, mereka disiksa fisiknya dengan giginya ditarik, kukunya dicopot, diinterogasi pakai ular dan kursi harimau, dan tanpa alasan yang jelas, mereka ditangkap, dibunuh, sampai mayatnya dibakar, sehingga keluarga tidak mengenali ayah, ibu dan anaknya lagi. Jenazahnya tak diperbolehkan untuk diambil, dan banyak lagi penyiksaan-penyiksaan lainnya yang mereka rasakan.

Anak-anak diajarkan bahasa China, sekolah-sekolah dijadikan camp dan wanita-wanita dipaksa untuk menikahi warga China Han, ini adalah upaya Cina untuk menghapus generasi dari Muslim Uighur.

Gay McDougall, anggota Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial, mengatakan China menahan satu juta orang Muslim Uighur di “pusat kontra-ekstremisme”. (https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45154379)

Beijing telah “mengubah wilayah otonomi Muslim Uighur di provinsi Xinjiang, menjadi sesuatu yang menyerupai kamp interniran besar-besaran”.

PBB sebenarnya sudah melayangkan protes kepada China, Kamis (30/08/2018), agar segera mengakhiri penahanan tanpa dakwaan hukum, pengadilan dan vonis. Memberikan data jumlah orang yang ditahan dan alasan penahanannya.

Sementara World Uyghur Congress dalam laporannya menyatakan, para tahanan dibui tanpa dakwaan serta dipaksa meneriakkan slogan ” Hidup Partai Komunis”. Dan di wilayah Ningxia barat laut, ratusan Muslim bentrok dengan aparat karena berusaha mencegah pengrusakan masjid.(sumber BBC)

Kenapa Indonesia tidak memberi respon, layaknya iklan sebuah produk mobil “suaranya nyaris tak terdengar”.
Apakah Investasi China US 2,7 miliar dolar (2017) dan US 1,8 miliar dolar(2018) mungkin menjadi masker penghalang?

Lalu bagaimana umat muslim membantu Muslim Uighur?
Mari kita bersama-sama sampaikan pesan ke Kedutaan China di Jakarta.
Dan mari kita imbau agar pimpinan Ormas Islam terutama Muhammadiyah dan NU untuk menyampaikan kepada pemerintah kecaman, karena tidak bereaksi apapun atas tragedi kemanusiaan ini. Seolah Indonesia dibawah rezim hari ini tidak memiliki martabat kedaulatan atas China.

Kalau kita diam saja, ini nasehat dari Yang Mulia Buya Hamka :”Jika Agamamu, Nabimu, Kitabmu dihina dan kau diam saja, sebaiknya ganti saja bajumu dengan kain kafan.

*) Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat

Tags

Artikel Terkait

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker