Banner IDwebhost
Berita

BPJamsostek Bogor Kota Serahkan Kartu Kepesertaan Program Jamsostek Bagi Guru PAUD Kota Bogor

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakeraan (Jamsostek) bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Bogor, Senin (19/10), di Aula Kantor BPJamsostek Kota Bogor, Jalan Pemuda No 28 Bogor.

Saat ini Guru PAUD di Kota Bogor telah dilindungi program Jamsostek. Dengan demikian, para Guru PAUD di Kota Bogor bisa bekerja dengan lebih tenang dan nyaman.

“Kami hari ini, melakukan penyerahan kartu program Jamsostek secara simbolis kepada Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Bogor. Perlindungan jaminan sosial ini, khususnya memang milik semua masyarakat tidak terlepas kawan-kawan guru PAUD di Kota Bogor ini” kata Kepala BPJamsostek Cabang Bogor Kota, Mias Muchtar.

Menurut Mias Muchtar, BPJamsostek Bogor Kota menginginkan seluruh masyarakat aktifitas ekonomi pekerja informal dan formal, harus dan wajib untuk ikut serta mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) dalam program BPJamsostek yang dinamakan program pekerja Penerima Upah (PU) dan program pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Baca juga: Kemnaker dan BPJAMSOSTEK Temui KPK Bahas Penyaluran Bantuan Subsidi Upah

“Kita akan tumbuhkan budaya melindungi pekerja tersebut karena BPJamsostek terus berupaya meningkatkan manfaat kepada peserta,” ujar Mias Muchtar.

Mias Muchtar menyatakan, kegiatan ini bisa berdampak meningkatkan kepesertaan dan kepedulian para tenaga kerja. “Bagi yang belum terlindungi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat segera menghubungi petugas kami untuk melakukan pendaftaran menjadi peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” kata Mias Muchtar seraya mengajak para pekerja di Kota Bogor untuk ikut mendaftar dalam program jaminan sosial.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Bogor Sri Hermiasih S.Pd menyampaikan apresiasinya bisa bekerjasama dengan BPJamsostek Kota Bogor yang sangat luar biasa sambutannya kepada HIMPAUDI.

Baca juga: Kemnaker Terima 618.588 Rekening Penerima BSU dari BPJAMSOSTEK Tahap Akhir

“Alhamdulillah, kami sudah mengikutsertakan para Guru PAUD dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekitar 350 orang guru, dan itu baru 30% nya yang ikut. Semoga 70% itu akan menyusul menjadi peserta BPJamsostek dalam waktu dekat ini,” kata Sri Hermiasih.

“Karena ketidaktauhan temen-temen untuk program dan manfaat perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, hari ini kami sosialisasi dan kami sudah mendata sebelumnya,” tambah Sri Hermiasih.

Sri Hermiasih juga berharap guru-guru PAUD se-Kota Bogor untuk ikut program BPJamsostek yang tentunya sangat bermanfaat bagi perlindungan diri pada saat bekerja.

Sri Hermiasih menjelaskan bahwa para guru PAUD ada yang tidak mempunyai gaji karena PAUD merupakan organisasi non profit dan memang para guru PAUD jiwanya yang sosial. “Tapi, Alhamdulillah dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor kami mendapatkan insentif tapi tidak sebesar mungkin pegawai yang lain dan kami juga dibantu dari BPJamsostek untuk keikutsertaan ini,” jelas Sri Hermiasih.

Sri Hermiasih pun berharap, semoga tahun mendatang di januari 2021, Pemda Kota Bogor dan Pemerintah Pusat lebih bisa peduli dengan Jaminan Perlindungan Sosial untuk guru-guru PAUD khususnya Kota Bogor dan umumnya untuk guru PAUD seluruh indonesia.

Baca juga: Lebih 10 Juta Pekerja Terdaftar BPJAMSOSTEK Telah Terima BSU

“Karena kami, dengan hanya mendapatkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan lah kami akan tenang dalam melaksanakan tugas sebagai guru PAUD karena merasa jiwa kami terlindungi,” tutur Sri Hermiasih.

Untuk itu, Sri Hermiasih sangat berterima kasih kepada BPJamsostek Bogor Kota yang telah memfasilitasi memberikan kemudahan perlindungan guru PAUD se-Kota Bogor untuk mendapatkan Jaminan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan. Sri pun berharap dan bermimpi guru PAUD se-Kota Bogor 100% sudah mendapatkan dan ikut serta dalam program BPJamsostek.

“Saya terus berusaha 70% ini saya lengkapi menjadi 100 %. Makanya hari ini, bersama pimpinan kecamatan untuk dihadirkan juga agar nantinya bisa berdiskusi dengan para kepala lembaganya untuk mengikutsertakan seluruh tenaga pendidik di lembaganya, pungkas Sri Hermiasih (Azw).

Artikel Terkait