Banner IDwebhost
Berita

Bantuan Subsidi Upah Pekerja/Buruh Termin II Cair Lagi!

Banner IDwebhost


Kanigoro.com – Kementerian Ketenagakerjaan (KemNaker) kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU) termin kedua untuk para penerima yang masuk dalam tahap (batch) III. Pada batch III ini, Kemnaker menyalurkan BSU kepada 3.149.031 pekerja/buruh dengan anggaran mencapai Rp3,77 triliun.

Dengan disalurkannya tahap III, secara keseluruhan pada termin kedua ini Kemnaker telah menyalurkan subsidi gaji/upah kepada 8.042.847 pekerja/buruh. Sebelumnya, pada tahap I, Kemnaker menyalurkan BSU kepada 2.180.382 pekerja/buruh, dan pada tahap II disalurkan kepada 2.713.434 pekerja/buruh. Jumlah anggaran yang untuk ketiga tahap pada termin kedua ini mencapai Rp9,65 triliiun.

“Hari ini, termin kedua BSU untuk tahap III kembali disalurkan. Sesuai dengan komitmen yang telah kami sampaikan sebelumnya, proses penyaluran bantuan subsidi upah kami percepat karena datanya mengacu pada para penerima di termin I yang lalu yang sudah clear and clean. Percepatan penyaluran ini sebagai ikhtiar pemerintah untuk membantu daya beli pekerja/buruh yang terdampak pandemi Covid-19,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Senin (16/11).

Menurut Ida, jika dilihat dari realisasi sementara penyaluran BSU termin kedua, tahap I telah tersalurkan kepada 844.083 pekerja/buruh atau 38,71 persen. Sedangkan tahap II telah tersalurkan kepada 685.427 pekerja/buruh atau 25,26 persen. Jumlah anggaran yang sementara tersalurkan dari tahap I dan II sebesar Rp1,8 triliun.

Laporan sementara dari Bank Penyalur per 15 November kemarin, realisasi penyaluran untuk termin kedua secara total tahap 1 dan tahap 2, sudah mencapai 1,5 juta orang.

“Sisanya masih dalam proses penyaluran dan terus kami monitor perkembangan penyalurannya. Saya mohon agar para pekerja/buruh bersabar karena jumlah dana yang harus ditransfer Bank Penyalur ke masing-masing rekening penerima cukup besar, baik yang rekeningnya Bank Himbara maupun yang rekeningnya Bank Swasta, ujar Ida.

Ida menjelaskan, termin kedua merupakan penyaluran BSU periode November-Desember 2020. Sebelumnya, pada termin pertama, Kemnaker telah menyalurkan subsidi gaji/upah kepada 12.252.668 pekerja/buruh atau sebesar 98,78 persen dari target penyaluran sebanyak 12.403.896 penerima.
Sejumlah calon penerima belum dapat menerima bantuan subsidi gaji/upah karena adanya beberapa kendala seperti duplikasi rekening; rekening sudah tutup; rekening pasif; rekening tidak valid; atau rekening yang telah dibekukan.

“Selain itu, terdapat rekening yang tidak sesuai NIK dan rekening yang tidak terdaftar di kliring. Jumlahnya rekening bermasalah ini mencapai 151 ribu rekening,” jelas Ida.

Ida berharap masyarakat yang merasa berhak mendapat BSU, namun masih terkendala, untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan BPJamsostek agar datanya dapat diperbaiki.

“Karena sumber datanya dari BPJamsostek sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJSamsostek akan menyampaikan koreksi kepada Kemnaker,” tutur Menaker.

Bantuan langsung tunai pemerintah berupa bantuan subsidi upah adalah salah satu program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Subsidi ini diberikan kepada pekerja yang memenuhi syarat yaitu WNI; pekerja penerima upah; tercatat sebagai peserta aktif BPJamsostek per 30 Juni 2020; upah di bawah Rp5 juta; dan memiliki rekening aktif. (Azw)

Artikel Terkait