Banner IDwebhost
BeritaFeatured

Mantan Ketum HMI Unggah Jejak Kebrutalan Aparat di Sekretariat PII dan GPII

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Selasa (13/10) malam, kompleks YAKPII di jalan Menteng Raya no. 58, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat menjadi sasaran kebrutalan aparat, akibat aksi penolakan UU Cipta Kerja yang berujung keributan di sekitar Tugu Tani. Di kompleks yang menjadi sekretariat PII dan GPII tersebut, dengan dalih mengejar pembuat keributan pasca aksi, aparat Polda Metro Jaya mengobrak-abrik sekretariat PII dan GPII. Bahkan sempat membawa beberapa orang aktivis dan pengurus kedua organisasi tersebut.

Muhammad Chozin Amirullah, mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 2009-2011, sempat menyaksikan sendiri kondisi sekretariat PII dan GPII setelah diobrak-abrik aparat. Foto-fotonya kemudian diunggah melalui akun instagramnya @chozin.id.

Baca juga: Kantor PII dan GPII Dirusak Aparat Kepolisian, 16 Orang Ditangkap dan Bayi 3 Bulan Terpapar Gas Air Mata

Chozin mengingatkan tentang Menteng Raya 58 sebagai tempat bersejarah yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa, di antara mereka saat ini justru tengah menduduki posisi penting dalam pemerintahan. Chozin juga mencoba menyentuh nurani aparat melalui kata-katanya, “Kerusakan-kerusakan fisik itu mkn tdk perlu lama untuk diperbaiki, namun luka hati terekam dalam di memory.”

Berikut tulisan lengkap Chozin dalam akun instagramnya:

Ini adalah foto bekas-bekas kebrutalan aparat saat memasuki sekretariat PII dan GPII di Jl. Menteng Raya 58. Ada kursi, meja, pintu dan jendela yang retak dan hancur, bekas tendangan lars (bayangkan sepati itu juga pasti untuk menendang perut dan kepala para aktivis itu). Ada plafon yang jebol demi mengejar pelajar berlindung diri di plafon. Ada bercak darah di lantai mengering, yang muncrat dari kepala yang bocor terkena popor senjata dari pemukul.

Menteng Raya 58, siapapun pasti mengenal tempat ini. tempat ini menyimpan memory panjang terutama bagi kalangan aktivis Islam. Banyak Tokoh-tokoh bangsa tumbuh dan dibesarkan dari pengkadetan di tepat ini. Sebagian dari mereka kini bahkan menduduki posisi-posisi terpenting pada rezim ini.

Kerusakan-kerusakan fisik itu mkn tdk perlu lama untuk diperbaiki, namun luka hati terekam dalam di memory. Siapapun pelakunya, kau mungkin tak bisa dituntut krn bahkan kau bertindak atas nama negara. Tapi kau telah melukai hati mereka-mereka yang pernah dididik di sini. Di tempat ini, sejak puluhan tahun lalu, bahkan sejak awal2 kemerdekaan, pejuang-pejuang bangsa diinkubasi.

Sampai berita ini dibuat, unggahan tersebut telah direspon 285 orang. (AMz)

Bercak darah dan bendera GPII di sekretariat GPII.
Kondisi Sekretariat PII pasca diserbu aparat.
Plafon sekretariat yang jebol.
Beranda sekretariat GPII usai diobrak-abrik aparat.

Baca juga:

PB PII Kecam Tindakan Represif Aparat Kepolisian Terhadap Penyerangan dan Penangkapan 10 Kader PII

GPII Kecam Penyerangan Aparat ke Kantor Jalan Menteng Raya 58

KBPII Anggap Penyerangan dan Perusakan Sekretariat PII Suatu Kesengajaan

KBPII: Ada Kekuatan Besar Meminggirkan Suara Muhammadiyah dan NU

Artikel Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker