Banner IDwebhost
Berita

Cegah Peningkatan Kluster Perkantoran BPJAMSOSTEK Gelar Webinar Edukasi K3

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Meski telah memasuki bulan kedelapan, penyebaran Covid-19 di Indonesia masih belum menunjukkan penurunan. Pandemi yang berkepanjangan ini tak hanya berimbas kepada kesehatan masyarakat pekerja, namun juga berpengaruh pada kondisi perekonomian negara.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah guna menekan penyebaran virus tersebut. Namun masih banyaknya pekerja yang beraktivitas di tempat kerja mengakibatkan potensi risiko terpapar Covid-19 menjadi sangat tinggi dan berakibat pada munculnya klaster perkantoran atau pabrik di beberapa wilayah di Indonesia.

Melihat fenomena tersebut, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) tergerak untuk melakukan edukasi kepada para pekerja dan pemberi kerja guna meningkatkan pengetahuan serta pemahaman mereka mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan edukasi yang digelar dengan tema “K3, Solusi Pelindungan Pekerja Saat Pandemi Covid-19” tersebut dibuka oleh Direktur Utama (Dirut) BPJamsostek Agus Susanto, dengan menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah sebagai Keynote Speaker melalui webinar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi terkait pentingnya implementasi K3 sebagai strategi untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan kerja, sehingga nantinya ilmu yang didapatkan dari webinar ini bisa diterapkan di kantor atau pabrik tempat mereka bekerja,” ujar Agus, pada acara Webinar Nasional Program Promotif dan Preventif yang diselenggarakan BPJamsostek, Selasa (13/10).

Agus menambahkan, International Social Security Association (ISSA) juga memberikan perhatian yang sangat serius atas penerapan K3, khususnya pada saat pandemi Covid-19.

“Di tahun 2017, ISSA juga telah memperkenalkan K3 secara internasional yang dikenal dengan Global Vision Zero, dimana BPJamsostek ikut dalam penandatangan komitmen tekait penerapan hal tersebut,” imbuhnya.


Dalam acara webinar tersebut dibahas beberapa materi menarik diantaranya Upaya Promotif dan Preventif serta Kuratif dan Rehabilitatif yang Perlu Dilakukan untuk Mengendalikan Covid-19 di lingkungan kerja. Selain itu dibahas juga terkait Strategi Perusahaan Dalam Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Pekerja Sebagai Upaya Dalam Mengatasi Dampak Bencana Nasional Wabah Covid-19.

“Semoga apa yang kita lakukan ini dapat memberikan gambaran bagi pemberi kerja terkait pentingnya penanggulangan penyebaran Covid-19 sehingga keselamatan dan kesehatan pekerja dapat terus terjamin,” pungkas Agus.

Direktur Pelayanan BPJamsostek Krishna Syarif mengatakan bahwa kegiatan webinar ini merupakan bagian dari program promotif dan preventif yang setiap tahun diselenggarakan oleh BPJamsostek sejak 2015.

“Jika di tahun sebelumnya BPJamsostek fokus dalam menekan angka kecelakaan kerja khususnya kecelakaan lalu lintas, namun di tahun ini BPJamsostek memprioritaskan program promotif dan preventif dalam bentuk bantuan barang guna mencegah penularan Covid-19,” kata Krishna Syarif.

Untuk diketahui, BPJamsostek telah memberikan 6400 Paket Alat Pelindung Diri (APD) kepada fasilitas kesehatan, 615.000 masker kain, 13.570 bahan pangan bergizi, 3000 paket multivitamin bagi pekerja, serta memasang 100 poster yang berisi informasi pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu di tahun 2020 BPJamsostek juga memberikan bantuan berupa 5.500 helm motor, 1875 paket APD untuk sektor Jasa Konstruksi, serta menyelenggarakan pelatihan Ahli K3 Umum bagi 55 peserta.

Kegiatan webinar ini diikuti oleh 3.000 orang melalui aplikasi zoom dan disaksikan sebanyak 800 viewers pada kanal Youtube resmi BPJamsostek dan digelar selama 3 jam. Bagi para peserta yang berhasil registrasi dan mengikuti webinar nantinya juga akan diberikan e-sertifikat dari BPJamsostek. Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) da Fauziyah, menyakini bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi kunci keberlangsungan usaha dan perlindungan pekerja.

Keyakinan tersebut, dikatakan Ida, apabila syarat-syarat K3 dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan menerapkan budaya K3, serta melaksanakan standar dan protokol pencegahan Covid-19 di era Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Saya meyakini bahwa K3 merupakan kunci penting keberlangsungan usaha dan perlindungan pekerja/buruh dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19,” kata Ida.

Menurut Ida, Kementerian Ketenagajerjaan (Kemnaker) sendiri dalam upaya membantu kegiatan usaha dan bisnis menghadapi era pandemi Covid-19 sudah mengeluarkan surat edaran tentang Rencana Keberlangsungan Usaha dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 dan Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 di Perusahaan.

Melalui kebijakan tersebut, perusahaan diminta untuk menyusun perencanaan keberlangsungan usaha dalam menghadapi pandemi dan juga memastikan pelaksanaan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan usaha.

“Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dan keberlangsungan usaha pada era Adaptasi Kebiasaan Baru,” ujar Ida.

Ida berharap, melalui berbagai kebijakan dan program di masa pendemi ini, tatanan kenormalan baru ketenagakerjaan dapat dijalankan, sehingga tenaga kerja kita tetap produktif tetapi tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

“Cara ini saya yakini akan memberikan dampak signifikan pada pemulihan ekonomi nasional,” tutur Ida.

Namun, Ida menyadari bahwa penerapan protokol K3 tidak dapat dilakukan secara sendirian, tetapi harus berkolaborasi dengan para stakeholder, khususnya BPJS Ketenagakerjaan.

Oleh karena itu, Ida mengajak semua pihak untuk bersama-sama berkolaborasi guna terus mempromosikan dan menerapkan protokol K3 di tempat kerja masing-masing agar semuanya dapat terus produktif beraktivitas ekonomi secara aman. (Azw)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker