Banner IDwebhost
Berita

KBPII Anggap Penyerangan dan Perusakan Sekretariat PII Suatu Kesengajaan

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PP KBPII) sebagai wadah alumni Pelajar Islam Indonesia (PII) menilai penyerangan dan perusakan sekretariat PII di jalan Menteng Raya no. 58 Jakarta Pusat oleh aparat Polda Metro Jaya pada Selasa (13/10) malam merupakan suatu kesengajaan yang tak bisa ditolerir. Sekretariat PII diserang aparat menyusul aksi penolakan UU Cipta Kerja yang berbuntut terjadinya keributan di sekitar Tugu Tani.

“Kejadian ini kami anggap kesengajaan yang tidak bisa ditolerir, mengingat bahwa sekretariat ini tempat kaderisasi dan pada saat penyerangan ada kegiatan rutin pengurus dan aktivis PII. Selain itu, lokasi Menteng Raya 58 merupakan lokasi bersejarah yang turut mendukung perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi, dan telah melahirkan banyak tokoh bangsa.”

Baca juga:

Kantor PII dan GPII Dirusak Aparat Kepolisian, 16 Orang Ditangkap dan Bayi 3 Bulan Terpapar Gas Air Mata

PB PII Kecam Tindakan Represif Aparat Kepolisian Terhadap Penyerangan dan Penangkapan 10 Kader PII

Hal itu tertuang dalam pernyataan sikap PP KBPII tertanggal 14 Oktober 2020, yang ditanda tangani Ketua Umum Nasrullah Larada, S.IP, MSi dan Sekretaris Jenderal Ir. Asep Efendi.

PP KBPII mengutuk tindakan yang dilakukan aparat Polri dalam menangani aksi penolakan UU Omnibus Law dengan melakukan penganiayaan kepada sejumlah aktivis dan pengurus PII, serta melakukan penahanan tanpa alasan dan bukti hukum yang jelas.

“Menuntut pembebasan adik-adik kami yang sedang ditahan di Polda Metro Jaya,” tulis pernyataan tersebut.

Baca juga:

KBPII Sumbar Kutuk Tindakan Aparat yang Membabi buta di Kantor PB PII dan GPII

GPII Kecam Penyerangan Aparat ke Kantor Jalan Menteng Raya 58

Tercatat ada 12 orang aktivis dan pengurus PII yang ditahan dalam penyerangan aparat Polda Metro Jaya ke sekretariat PII. Mereka adalah: Anja Hawari Pasya (Ketua Umum PW PII Jakarta), Moch Syafiq Lamanelle (Ketua Umum PD PII Jakarta Utara), Miqdadul Haq (Bendahara Umum PD PII Jakarta Utara), Khaerul Hadad (Kastaf Teritorial Korwil Brigade PII Jakarta), Lulu Bahijah Sungkar (Kastaf Adlog Korwil Brigade PII Jakarta), Zaenal Abidin (Kader PII Jakarta Utara), Mahmud Saadi (Kabid PPO PW PII Jakarta), Agung Hidayat (Staf KU PW PII Jakarta), Asep Saefurrahman (PB PII), Zulherman (PB PII), Asep (PB PII) dan Akbar Noor Ramadhan (Kader PII Jakarta Utara).

Selanjutnya PP KBPII menunjuk LBH Catur Bakti untuk menangani proses pembebasan aktivis PII sesegera mungkin. “Hingga saat ini LBH Catur Bakti telah membantu proses pembebasan beberapa orang dari mereka dan terus berupaya melakukan pembebasan adik-adik PII hingga tuntas,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga:

PB PII Bagikan 1000 Masker untuk Masamba

PB PII Bentuk Tim Aksi Pelajar Tanggap Darurat Pendidikan

Sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan aparatnya, PP KBPII meminta Kapolri untuk memberikan pengobatan yang memadai atas terjadinya cedera fisik dan non fisik korban penangkapan.

“Kepada seluruh PW KBPII dan PW PII se Indonesia, diharapkan dukungan moril dan doanya,” pernyataan ditutup dengan ajakan untuk membuat sikap serupa atas penyerangan dan perusakan sekretariat PII tersebut. (AMz).

Artikel Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker