Banner IDwebhost
Berita

GPII Kecam Penyerangan Aparat ke Kantor Jalan Menteng Raya 58

Banner IDwebhost



Kanigoro.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mengecam penyerangan dan perusakan kantor Pusat GPII dan PB PII di Jalan Menteng Raya 58, pada Selasa petang , 13 Oktober 2020 oleh aparat kepolisian menyusul aksi demo menolak Omnibus Law.

Sebagaimana viral melalui media sosial dan beredar di berbagai Grup Whatsap, kantor GPII dan Kantor Pelajar Islam Indonesia (PII) yang berada di kompleks Menteng Raya 58 diserang aparat keamanan dan beberapa pengurus ikut dibawa ke markas kepolisian.

“Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam menyayangkan dan
mengecam tindakan represif aparat kepolisian yang merusak kantor Pimpinan
Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPII) yang beralamat di JI. Menteng Raya
Nomor. 58 Jakarta Pusat pada tanggal 13 Oktober 2020 pukul 21.30 malam
hari,” demikian Statemen PP GPII yang ditanda-tangani Ketua Umum Masri Ikoni dan Sekretaris Jenderal Ujang Rizwansyah, Selasa Malam (13/10).

Atas kejadian tersebut, PP GPII juga meminta kepolisian RI untuk mengevaluasi jajarannya karena
tidak mengedepankan protokol POLRI dalam mengamankan aksi
demonstrasi.

Terkait dengan kader kader GPII yang sedang berada di dalam kantor dan dibawa ke Mapolda, GPII juga meminta kepolisian segera melepaskan kader kadernya. “Kami dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPI)
meminta segera bebaskan kader-kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia
(GPII) yang ditangkap dalam peristiwa penyerangan aparat kepolisian ke
kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII)”.

Menurut Masri, para kader tersebut berada di kantor ketika sedang melakukan agenda agenda rutin keorganisasian, dan bukan bagian dari massa aksi Omnibus Law.

Dalam pernyataannya, GPII juga menyatakan akan mengambil langkah hukum terkait penangkapan kader kadernya tersebut.

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam juga mengimbau
dan meminta pada kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia di seluruh
Indonesia untuk tetap menahan diri untuk tidak mengambil tindakan di luar
akal sehat dan konstitusi negara.

Sementara itu Ketua Umum PB Pelajar Islam Indonesia (PII) Husin Tasrif Makrup ketika dihubungi Kanigoro com sedang berada di Polda DKI untuk memberikan advokasi kepada 11 anggotanya yang ikut dibawa aparat ketika penyerangan itu terjadi.
“Besok saya akan keluarkan pernyataan keras atas peristiwa ini,” ujarnya. (T)

Artikel Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker