Banner IDwebhost
FeaturedJalan Pinggir

Pemimpin yang Tak Beragama

Banner IDwebhost

Oleh: Aswar Hasan

Sesungguhnya, kita semuanya adalah pemimpin. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinanya. Seorang wanita adalah penanggung jawab dalam rumah suaminya dan akan ditanya tentang tanggung jawabnya. Seorang pelayan adalah penanggung jawab dalam harta majikannya dan akan ditanya tentang tanggung jawabnya ( H.R. Bukhari)

Hadist tersebut begitu sangat masyhur, sehingga sudah menjadi pengetahuan umum masyarakat. Tinggal bagaimana memaknainya dalam implementasinya sebagai seorang yang beriman.


Pada dasarnya, tiap-tiap kita sebagai pemimpin, bertanggung jawab atas beban amanah yang terpikul di pundak masing-masing. Tetapi yang jauh lebih penting adalah mempersoalkan para pemimpin yang memikul amanah dari orang banyak atau rakyat dimana kepemimpinannya itu, ia peroleh dari hasil yang menjanjikan satu dan lain hal lewat kampanye yang dikompetisikan sehingga ia terpilih menjadi Bupati, Walikota, Gubernur, hingga Presiden.

Baca juga : Pemimpin Sejati itu Memaafkan

Mereka terpilih melalui janji-janji politik. Setelah terpilih, rakyat pun menanti realisasi janji itu. Janji adalah utang yang harus ditunaikan. Meskipun pada akhirnya janji itu banyak dilupakan, entah disengaja atau tidak. Tapi faktanya, kita ini memang bangsa pelupa, bahwa ada janji yang harus ditagih oleh yang telah dijanji (rakyat) dan ada janji yang harus ditunaikan oleh yang menjanji (pemimpin).

pastinya, janji itu harus dipertanggungjawabkan di dunia, terlebih di akhirat nanti. Pada akhirnya, tak ada satu pun makhluk yang dapat bebas terlepas dari mempertanggungjawabkan janjinya karena janji itu adalah amanah yang harus ditunaikan.


Jika kita kaitkan mekanisme merealisasikan janji para pemimpin itu di dalam negara demokrasi yang kita anut, maka tanggung jawab menagih dan mengontrol realisasi janji itu secara benar, adalah para legislator yang juga terpilih di parlemen lewat mekanisme kompetisi janji di ajang kampanye politik. Legislator itu, adalah juga para sosok pemikul amanah.

Baca juga : Pertanggungjawaban Seorang Pemimpin

Sebagai orang beragama, mereka para pemimpin itu, atau pun para legislator tersebut wajib menunaikan amanahnya untuk rakyat.

Dalam konteks tersebut, patut kita mengingatkan mereka bahwa Rasulullah, SAW pernah bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak Amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji.” (HR. Ahmad).

Dengan demikian, jika mereka tidak menunaikan atau lalai dari janjinya, maka itu sama artinya mereka telah kehilangan Agama. Wallahu a’lam Bishawwab.

Artikel Terkait

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker