Dunia IslamFeatured

KB PII: Peristiwa FPI, Pihak Aparat Harus Bertanggungjawab

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Meninggalnya enam orang anggota FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab terus menjadi perhatian Ormas Islam. Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) kembali menyatakan sikap.

Melalui rilis yang dikirim dari Ketua Umum KB PII, Nasrullah Larada mengutuk keras kebrutalan yang terjadi pada aksi tersebut. Mereka juga meminta harus ada pihak yang bertanggungjawab terhadap kejadian tersebut.

Sebelumnya, terjadi aksi penghadangan dan penembakan oleh sejumlah aparat kepolisian terhadap mobil rombongan Habib Rizieq Sihab (HRS) yang dikawal oleh laskar FPI pada Senin (7/12) dini hari, yang berujung penghilangan paksa enam orang laskar FPI, kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pengurus Pusat KBPII menyatakan 8 poin sikap sebagai berikut;

  1. Mengutuk dan mengecam keras tindakan penghadangan, penembakan oleh aparat keamanan terhadap rombongan kendaraan pimpinan FPI di jalan tol, serta tindakan penculikan 6 anggota laskar FPI yang kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
  2. Menilai tindakan aparat polisi tersebut sudah melampaui batas dan di luar kewenangan, menggunakan cara-cara kekerasan diluar prosedur hukum dan keadilan. KBPII menilai tindakan aparat polisi ini merusak citra Polri dan sangat jauh dari semangat PROMOTER (Profesional, Modern dan Terpercaya) yang selama ini dikampanyekan pihak Polri.
  3. Mendesak kepada Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang Independen dan melibatkan masyarakat sipil dan tokoh masyarakat yang kredibel dalam rangka melakukan langkah investigasi untuk mengungkap fakta dan kejadian sebenarnya dibalik tragedi tersebut.
  4. Meminta agar proses hukum persidangan kasus tragedi penembakan 6 orang laskar FPI oleh aparat bisa dilakukan secara terbuka, transparan dan akuntabel, serta agar dalang (master mind), pelaku, dan eksekutor dari peristiwa tersebut bisa dijatuhi hukuman dengan seadil-adilnya.
  5. Meminta kepada Presiden Jokowi untuk melakukan tindakan tegas terhadap petinggi Polri yang seharusnya bertanggung jawab terhadap peristiwa tersebut dalam hal ini Kapolri Jendral Pol Idham Aziz, Kabaintelkam Komjen Pol Ryco Amelza Dahniel, Kapolda DKI Jakarta Irjen Pol Fadil Imran karena dianggap lalai dan membiarkan terjadinya kejadian tersebut.
  6. Meminta kepada umat Islam umunya dan massa FPI khususnya untuk menahan diri, dan tidak melakukan tindakan-tindakan di luar hukum yang justru dapat membuat situasi semakin rumit.
  7. Mengajak seluruh komponen masyarakt sipil, LSM, media massa dan ormas Islam lainnya untuk bersama-sama memantau dan mengawasi perkembangan kasus ini agar dapat diungkap sejelas-jelasnya, tanpa harus ada yang ditutupi, serta agar tidak terulang lagi di masa depan.
  8. KBPII berharap kasus ini bisa dijadikan pelajaran bagi semua pihak. Tidak boleh ada perlakuan tidak adil di depan hukum, penggunaan cara-cara kekerasan dalam mengatasi perbedaan sikap politik dan kelompok yang kritis terhadap kekuasaan.

Artikel Terkait

Back to top button