Dunia Islam

Pelantikan PD PII Kota Medan dan Talkshow Pendidikan Sukses

Banner IDwebhost

Kanigoro.com Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Medan Periode 2020 – 2021 resmi dilantik oleh PW PII Sumatera Utara. Pelantikan dilaksanakan di Garuda Plaza Hotel Medan, Sabtu (5/12).

Acara Pelantikan diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Fajar Baihaqqi Komandan Brigade PII Medan. Acara juga dimeriahkan oleh Gambus ternama Kota Medan, yaitu “Gambus ElFairouz” pimpinan Yasir Thaher, di bawah binaan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Sumatera Utara Prof. DR. H.M. Yasir Nasution.

Prosesi pelantikan PD PII Kota Medan

Ketua Panitia Arif Putra Pratama mengatakan bahwa acara ini terselenggara berkat dukungan para Alumni PII Kota Medan. “Atas izin Allah dan ridhoNya persiapan kepanitiaan lebih kurang 1 minggu alhamdulillah dapat terlaksana. Adapun peserta Talkshow Pendidikan berasal dari seluruh pelajar se Kota Medan,” ucap Arif.

Baca juga: Ketum KBPII: Jangan Sampai Kasus Anggota FPI Jadi Tragedi Tanjung Priok di 1984

Ketua Umum Demisioner PD PII Kota Medan Vina Elvionita dalam sambutannya menyampaikan, “terima kasih kepada para sahabat yang telah bersama-sama berjuang dalam kepengurusannya. Tentu selama saya memimpin masih banyak kekurangan dan kelemahan, izinkanlah saya meminta maaf diakhir periode kepemimpinan saya ini dan kepada Allah saya mohon ampunan. Saya ucapkan selamat atas dilantiknya kepada adinda M. Fadhly Ramadhan Siregar untuk periode 2020-2021, semoga amanah.”

M. Fadhly Ramadhan Siregar Ketua Umum PD PII Kota Medan yang baru dalam sambutannya menjelaskan sejarah berdirinya PII di Yogjakarta oleh Joesdi Ghazali tahun 1947 dan sampai saat ini PII masih eksis di Kota Medan. “Tentu dalam mempertahankan eksistensi PII di Kota Medan tak lepas dari dukungan baik materi maupun moril dari Kanda M.Harry Naldi, Kanda Ahmad Zaim Syah dan Kanda Dipa Shaguna dan Kanda yang lainnya, walaupun Kanda Naldi dan Kanda Dipa sudah menetap di Jakarta, namun masih konsisten memperhatikan adik-adiknya PII di Kota Medan,” sambut Fadhly.

Baca juga: Pimpin PII Kaltim, Cahyo Siap Bangun Gerakan Kolaborasi

“Terima kasih juga kepada Abangda PW PII Sumatera Utara yang telah melantik kami sebagai Pengurus Daerah PII Kota Medan Periode 2020 – 2021, sebagai Korda PII Wati Setri Cahyani dan Komandan Brigade Fajar Baihaqqi, mohon do’anya semoga kami dapat Istiqamah dalam mengemban amanah yang telah dititipkan, Insya Allah akan kami pertanggung jawabkan didunia dan diakhirat, ” tambah Fadhly.

Di dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PW PII Sumatera Utara Indra Kelana memerintahkan kepada Fadhly untuk mengibarkan Bendera PII di seluruh Kota Medan. Idra juga menyampaikan, “rekrut dan binalah pelajar Islam di Medan. Kehadiran PII di Medan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pelajar di Medan melalui pengkaderan PII.”

“PII hancur bukan karena musuh dari luar tapi karena konflik diinternal, setiap terjadi konflik diinternal harus segera diselesaikan karena akan sangat merugikan PII dan dampaknya akan melemahkan semangat perjuangan, dan tujuan PII tidak akan tercapai,” tegas Indra.

Aidil Susandi Ketua Umum KB PII Kota Medan dalam sambutannya menyarankan kepada adik-adik PD PII Kota Medan yang sudah dilantik untuk membuat program kerja selama satu periode beserta anggaran dananya.

“Program dan Anggaran Dana ini sangat penting untuk mempermudah dalam memenegerial seluruh kegiatan dan mempermudah dalam menghimpun dana untuk setiap kegiatan,” kata Adil.

Ahmad Zaim Syah sebagai salah satu Pendiri PD PII Kota Medan Awal Kebangkitan Tahun 1998, mengatakan bahwa di dalam berjuang melalui wadah PII harus benar-benar tulus dan Ikhlas, jika tertanam keikhlasan di dalam hati dan pikiran semua kegiatan akan dimudahkan Allah SWT. “Kita harus yakin bahwa Allah tempat kita berlindung dan kepada Allah kita meminta pertolongan,” terangnya.

Baca juga: Gagas Wacana Kelembagaan Baru, 37 Kader Advance PII Cetuskan 12 Agenda

Ahmad Zaim menambahkan, PII tidak memiliki induk organisasi. Kalau IPPNU induk Organisasi adalah NU, IPM induk organisasinya Muhammadiyah. Jadi, sangat wajar ormas pelajar tersebut bisa mumpuni dari segi ekonomi, kalau PII benar-benar mandiri dalam segala hal. Setiap mau buat kegiatan selalu terhambat masalah keuangan. Alhasil panitiapun harus hutang sama teman, keluarga ataupun simpatisan, kita bangga mengatakan bahwa PII adalah kader umat dan milik umat. Kemurnian (idealisme) dan Indepedensi dalam perjuangan masih terjaga,” tambahnya.

Ahmad Zaim juga mengatakan, di era millenial di mana teknologi serba canggih dan fasilitas sangat mumpuni membuat adik-adik PII Kota Medan semakin percaya diri untuk tampil sebagai kawah candradimuka. “Ini sebagai modal yang baik untuk mempermudah mengenalkan PII kepada masyarakat pelajar di Medan. Beda ketika pada masa Awal kebangkitan PII di Medan Tahun 1998, Di mana Ketua Umumnya Abangda M. Harry Naldi, fasilitas sangat minim, handphone belum punya, ke mana-mana naik angkot dan waktu sangat terbatas. Namun PD PII Medan bisa besar dan Eksis di tangan beliau.”

“Saya yakin PD PII Kota Medan Periode 2020-2021 di bawah kepemimpinan Fadli mampu untuk mengibarkan panji-panji PII dengan membentuk komisariat PII diseluruh kecamatan di Medan. Abang – abang kalian akan dengan senang hati membantu setiap kegiatan demi tercapainya eksistensi PII di Kota Medan, pesan Zaim Sekretaris 1 PW KB PII Sumut,” ucapnya.

Di tempat terpisah M. Harry Naldi mengatakan merasa haru dan bangga atas terselenggaranya Pelantikan PD PII Medan periode 2020 – 2021 di Garuda Plaza Hotel Medan. “Syukur alhamdulillah ada Zaim dan Rifai langsung turun tangan di lapangan untuk mem-back full dari awal sampai selesai pelantikan,” kata Naldi.

Ia juga berpesan bahwa pasang surut PD PII Medan hal yang wajar karena itu bagian dari di namika dalam berorganisasi, masih bersyukur PD PII Medan masih kokoh berdiri tegak sementara PII di daerah lain sudah mulai fakum bahkan sudah tidak aktif lagi.

M. Harry Naldi yang juga Pendiri PD PII Kota Medan Awal Kebangkitan PII 1998 menegaskan pentingnya kaderisasi, karena melalui kaderisasi PII masyarakat pelajar akan merasakan bangkitnya kepercayaan diri sebagai pelajar yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan di negeri ini.

Sedangkan H. Muhammad Hafez, memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang hadir, bahwa Kader PII itu wajib mempelajari al-Qur’an dan Hadist. Kader PII harus pandai membaca al-Qur’an, karena al-Qur’an Wahyu Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Pedoman hidup. Selanjutnya Kader PII itu harus menguasai Bahasa Arab, Inggris dan Mandarin. Bahasa Mandarin sangat diperlukan karena China sudah mulai mendominasi mengambil pengaruh didunia Internasional.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Demokrasi Indonesia, PP GPII Selenggarakan Diskusi

Muhammad Hafez menceritakan pengalamannya mulai aktif di PII pada tahun 1986 dan menjadi Ketua Umum PD PII Padang Panjang Tahun 1992, melanjutkan pendidikan S1 di Mesir dan mendirikan PII perwakilan Mesir dan saat ini sedang melanjutkan S3.

“Karakter saya banyak dibentuk oleh PII, PII telah membuka cakrawala berfikir positif, kritis dan peka terhadap lingkungan. Basic Training PII sangat dahsyat sekali, mampu mengubah pola pikir saya menjadi konstruktif dan berakhlakul karimah sehingga timbul rasa kepercayaan diri yang kuat sebagai Kader Umat,” jelasnya.

Hafez yang juga Anggota DPRD Sumut dengan semangat memotivasi pelajar untuk selalu optimis dalam hidup, terus belajar sambil berorganisasi dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah selesai acara Pelantikan, dilanjutkan dengan acara TalkShow Pendidikan dengan tema “Sukses Study dan Sukses Organisasi” dengan Pembicara Wafi Fathurrahman “Politic Science and Public Administration Samsun Ondokuz Mayis Universitesi Turkey”, Chairunnisah Panjaitan “Master of Social Communication Universidad de Almeria” Spanyol dan Pembicara selanjutnya H. Muhammad Hafez Lc, MA Anggota DPRD Sumatera Utara, dengan Moderator Muhammad Khatami Ketua Bidang Kaderisasi PW PII Sumatera Utara. (Fn)

Artikel Terkait

Back to top button