Banner IDwebhost
Artikel

YIM dan Harapan untuk Bank Muammalat

Banner IDwebhost

Oleh Muhammad Mir Purnama, S.E (Ketua Dewan Pembina Pengusaha Bulan Bintang)

Sebuah kabar menggembirakan bagi umat baru baru ini dilansir beberapa media. Pakar Hukum Tata Negara yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang Prof Yusril Ihza Mahendra (YIM) diangkat sebagai Lawyer Bank Muammalat.

Keterlibatan YIM sebagai Lawyer profesional bukan konteks ranah politik, memberi angin segar bagi Bank Muammalat.

Selama ini, Bank Muammalat yang berdiri bersamaan dengan angin segar kebangkitan umat Islam, bisa dibilang belum bisa mengabulkan harapan umat, terutama sebagai pioner penggerak ekonomi (baca: Ekonomi Syariah).

Menurut catatan saya, setidaknya ada empat masalah penting yang melingkupi Bank Muammalat.

Pertama, Nilai saham Bank Muamalat terdilusi karena adanya pembelian saham right issue oleh pihak asing. Ambil saja contoh, dampak dari penjualan saham tersebut di atas, nilai saham yang diambil dari potongan dana haji sebesar Rp10 ribu per setiap orang jamaah haji (pada masa awal pendirian Bank Muamalat), sampai saat ini, tidak jelas status sahamnya, kepemilikannya – terdilusi kah, milik siapa kah – atau malah hilang. Ini bisa jadi, merupakan persoalan hukum, yang jika bisa dan mampu diselamatkan dan diterangkan oleh Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, saya berharap, dampak positifnya sangat baik bagi pencitraan Partai Bulan Bintang yang beliau pimpin.

Kedua, pembiayaan bermasalah Bank Muamalat (Kolektibilitas Non Performance Loannya) – sempat di atas 5% dari outstanding pembiayaan Bank Muamalat – meliputi pembiayaan Dalam Perhatian Khusus (DPK), Diragukan, atau Macet.

Insya Allah, Yusril Ihza Mahendra bisa menyelamatkannya melalui restrukturisasi, reconditioning, atau reschedulling. Saya berharap, hal ini akan mampu memperbaiki neraca Bank Muamalat secara meyakinkan. Termasuk melakukan langkah penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui jalur non litigasi maupun litigasi.

Ketiga, kelemahan di dalam pembuatan aspek hukum perikatan perjanjian pembiayaan antara Bank Muamalat dan Nasabah (boleh jadi ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari permasalahan terbesar Bank Muamalat saat ini), insya Allah dan harapan saya, Yusril Ihza Mahendra bisa melakukan perbaikan, baik pada aspek perjanjian utamanya, maupun perjanjian aksesorisnya jika ada.

Keempat, Ada satu hal yang sangat dinantikan oleh umat Islam Indonesia – meskipun yang satu ini bukan permasalahan bagi Bank Muamalat saat ini – apakah Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra mampu mensiasati berdirinya Bank Wakaf Ventura Mikro Indonesia (perbankan dengan pola perpaduan (kombinasi) antara sistem ekonomi wakaf, dengan bentuk PT. Modal Ventura) melalui tik-tok antara Bank Muamalat sebagai stakeholder utamanya (Nadzir Profesional) dengan advokasi ke OJK sebagai policy makernya.

Jika Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra bisa dan mampu mewujudkannya, insya Allah dan harapan saya juga, hal ini akan menjadi catatan sejarah yang akan mengubah Master Plan Sistem Keuangan di Indonesia dan Arsitektur Perbankan Indonesia.

Semoga Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra diberi panjang usia dan kesehatan untuk senantiasa memberikan kebarokahan (lautan kebaikan) kepada rakyat Indonesia.

Wallahu ‘Alam Bish-shawab

Jakarta, 8 Februari 2020

Artikel Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker