Banner IDwebhost
Berita

BPJAMSOSTEK Pastikan Pelayanan Tetap Prima Selama Pandemi COVID-19

Banner IDwebhost

Kanigoro.com – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020 lalu masih belum menunjukkan penurunan.

Hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada peningkatan jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJansostek), sebab banyak dari pemberi kerja yang terpaksa mem-PHK tenaga kerjanya.

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto mengungkapkan bahwa terhitung hingga Juli 2020, jumlah pengajuan klaim JHT (Jaminan Hari Tua) mencapai 1,48 juta kasus atau meningkat 19% (YoY) dengan nominal mencapai Rp18,17 Triliun atau meningkat 23% (YoY).

Jika dilihat dari jumlah pengajuan klaim sepanjang bulan Juli 2020, terjadi lonjakan sebesar 67% atau sebanyak 329,3 ribu kasus dengan nominal Rp3,82 Triliun, dimana jumlah tersebut meningkat 60% dibanding nominal klaim JHT sepanjang bulan Juli tahun 2019.

“Meski terjadi peningkatan jumlah klaim, BPJamsostek siap untuk menghadapi gelombang PHK ini dengan menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan oleh peserta melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK), yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif,” kata Agus di Batam, Kamis (6/8).

Menurut Agus, Protokol yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu ini telah mendapatkan respon positif dari peserta maupun para pemangku kepentingan.

Bahkan kini bagi peserta yang mengalami kesulitan mengakses LAPAK ASIK online, dapat dilayani langsung di kantor cabang BPJamsostek seluruh Indonesia melalui LAPAK ASIK offline, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Guna memastikan pelayanan LAPAK ASIK offline berjalan dengan baik, Agus melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama dengan Anggota Dewan Pengawas Rekson Silaban pada Kamis, 6 Agustus 2020 di Kantor BPJamsostek Cabang Batam Nagoya.

“LAPAK ASIK offline ini dinilai aman sebab tidak mempertemukan petugas BPJamsostek dan peserta secara langsung, melainkan melalui bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor dan terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data,” ujar Agus.

Sementara itu, Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumbar, Riau dan Kepulauan riau Pepen S Almas menyatakan, terus meningkatnya jumlah pengajuan klaim JHT menjadi perhatian khusus bagi BPJamsostek di Kepulauan Riau.

Data menunjukkan, pada Bulan April ada 3.011 Kasus, kemudian di bulan Mei ada 3.902 kasus, dan kembali meningkat pada bulan Juni sebanyak 5.531 Kasus, Pada bulan Juli 2020 menjadi meningkat tajam menjadi  7.761 kasus dengan total jumlah pembayaran klaim senilai Rp 228.628.267.061,-

“Dengan melonjaknya angka PHK akibat dampak penyebaran Covid-19 ini, kami akan tetap memberikan pelayanan yang maksimal bagi para peserta yang mengajukan klaim ke Kantor Cabang kami,” pungkas Pepen S Almas. (Azw)

Artikel Terkait

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker